Hadapi Cuaca Ekstrem, PMI Gowa Aktifkan Piket Markas 1×24 Jam

Ketua PMI Gowa Abd Rauf Malaganni Karaeng Kio bersama para staf markas PMI Gowa yang berlokasi di Jl Yusuf Bauty, Kelurahan Batangkaluku, Kecamatan Somba Opu, Gowa. (ist)

INFOKINI.ID, GOWA – Memasuki akhir Januari 2026 ini kondisi cuaca makin ekstrem. Hampir setiap hari hujan mengguyur deras. Terkadang disertai angin kencang dan guntur. Seperti Rabu (21/1), hujan deras mengguyur.

Selain berpotensi banjir, kondisi cuaca ekstrem ini juga berpotensi menimbulkan longsor di wilayah dataran tinggi.

Menyikapi kondisi ini, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gowa Abd Rauf Malaganni Karaeng Kio berharap wilayah Gowa jauh dari bencana apapun.

Meski demikian, pihaknya mengaku segala kemungkinan bisa saja terjadi. Karena itu mantan Wakil Bupati Gowa ini menyerukan kepada seluruh anggota PMI Gowa, KSR, para relawan PMI termasuk relawan Sibat (Siaga Bencana Berbasis Masyarakat) yang tersebar di 18 kecamatan di Kabupaten Gowa agar selalu siaga di wilayah masing-masing.

“Saya serukan kepada seluruh relawan PMI, KSR hingga Sibat untuk selalu siaga di wilayah masing-masing. Selalu hadir terdepan di saat masyarakat membutuhkan. Dengan cuaca super ekstrem saat ini sangat potensi menimbulkan bencana, baik itu banjir, angin kencang hingga longsor. Karena itu, anggota dan relawan PMI Gowa harus selalu siap siaga sambil kita berdoa semoga daerah kita ini dijauhkan dari bencana apapun, ” kata Karaeng Kio, Rabu (21/1) malam.

Selain seruan kepada para relawan, Karaeng Kio juga menyebutkan saat ini kegiatan piket markas diaktifkan 1×24 jam setiap hari.

Terpisah, Kepala Markas PMI Kabupaten Gowa Usman Baddu menjelaskan bahwa saat ini aktivitas di markas kabupaten ditingkatkan. Para staf markas menjalani piket giliran mulai pagi, siang, sore, malam hingga dinihari.

Kesiagaan ini dilakukan sebagai langkah antisipatif dan kesiagaan PMI Gowa dalam menjemput aduan dan laporan dari masyarakat serta para relawan PMI dan Sibat yang ada di desa-desa, kelurahan hingga kecamatan di seluruh wilayah Gowa.

Usman juga menyebutkan selain menyiagakan staf markas, juga dilakukan kesiapan logistik yang sewaktu-waktu dibutuhkan jika terjadi bencana.

“Setiap hari para relawan dan staf markas secara bergantian piket lima sampai delapan orang. Itu bergiliran. Jadi kami selalu standby dan selalu ada laporan ke semua lokasi baik tidak ada maupun jika ada kejadian bencana,” ujar Usman.

Menurutnya, mengantisipasi akibat tingkat curah hujan yang makin tinggi maka staf markas dan relawan selalu siap siaga, komunikasi intens terus dilakukan.

“Kita berdoa semoga tidak ada bencana yang melanda dan semoga daerah kita terhindar dari bencana. Tapi meskipun terjadi bencana, kami para relawan juga staf markas selalu siaga dan aktif berkomunikasi dengan pengurus PMI kecamatan baik melalui aplikasi WhatsApp, telpon langsung maupun secara laporan setiap saat di grup-grup PMI baik kecamatan maupun kabupaten, staf markas dan KSR,” tegasnya.

Exit mobile version