Wajo Naikkan Angka MCP-SPI, KPK Beri Apresiasi

INFOKINI.ID, SENGKANG  – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan apresiasi atas tren Monitoring Center for Prevention (MCP) Kabupaten Wajo yang mengalami peningkatan. MCP Wajo naik dari level 65 ke 78, selama kurun tahun 2021-2022.

Selain itu Survei Penilaian Integritas (SPI) Wajo juga meningkat dari 74,6 tahun 2021 menjadi 79 lebih di tahun 2022.

Hal itu diungkapkan PIC Korsupgah Pencegahan Wilayah Sulawesi Selatan, Direktorat Korsup Wilayah IV KPK, Tri Budi Rochmanto pada rapat koordinasi Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi 2023 di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Bupati, Selasa (24/10/2023).

Menurut Tri Budi Rochmanto, Kabupaten Wajo masuk ke Quadral 1 dengan MCP dan SPI tinggi.

“Kami berharap capaian MCP maupun SPI Wajo bisa meningkat lagi di tahun 2023 bahkan di atas rata-rata nasional,” harapnya.

Tri Budi mengatakan, tentu keberhasilan ini merupakan kerja sama Tim antara Inspektorat dengan OPD yang lain tentunya  atas arahan dari Kepala Daerah dan bimbingan Sekda selaku tim pelaksana administrasi.

“Inspektorat tidak bisa melakukan kerja secara optimal kalau tidak didukung oleh perangkat daerah terkait,” ungkapnya.

Tri juga menjelaskan, bahwa kedatangannya bersama tim ini terkait dengan evaluasi pelaksanaan MCP dan pemantauan program strategis Pokir DPRD dan Hibah.

Sementara, Bupati Wajo, Amran Mahmud menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada KPK. Pasalnya dari 24 kabupaten/kota di Sulsel, salah-satunya Wajo mendapat kunjungan langsung KPK.

“Tentunya ini menjadi hal positif dan spirit bagi kita untuk melakukan antisipasi dini dan upaya pencegahan sehingga bisa terhindar dari praktik-praktik korupsi,” ucapnya.

Amran mengungkapkan, sejak memegang amanah memimpin Wajo, sudah menyampaikan kepada semua aparat pemerintahan agar sedini mungkin menghindari potensi terjadinya korupsi baik dalam pelayanan maupun kegiatan pemerintahan. Salah-satu upaya yang telah dilakukan, kata Amran Mahmud, semua transaksi dilakukan secara non tunai.

“Semua transaksi keuangan di daerah, kita arahkan ke non tunai. Kita harus bertransformasi dengan teknologi agar kita terhindar dari paraktek korupsi,” ungkapnya.

Ketua PMI Wajo ini juga mengapresiasi kepada seluruh pihak yang telah berupaya maksimal sehingga MCP dan SPI Kabupaten Wajo tahun 2022 berada di atas rata-rata nasional.

“Di tahun 2022, MCP Kabupaten Wajo mencapai 78,48 dari rata-rata nasional 76. Sementara, SPI Kabupaten Wajo 79,72 dari rata-rata nasional 71,94. Kita berharap ini bisa terus ditingkatkan di tahun ini dan tahun-tahun berikutnya,” harapnya.

Lalu, Sekda Wajo, Armayani yang memandu acara mengatakan, nantinya akan ada evaluasi yang akan mensurvei terutama yang melakukan pelayanan -pelayan langsung terkait dengan Indek Perlakuan Anti Korupsi (IPAK) di Wajo.

Untuk Sulsel, kata Armayani, ada 3 kabupaten/kota yang akan disurvei yakni Makassar, Gowa dan Wajo. Di mana tim survei nantinya turun dengan tidak memberi tahu.

“Mungkin yang disurvei nantinya ASN atau tenaga honorer yang ditugaskan melakukan pelayanan terhadap publik,” katanya.

“Saya harapkan semua, termasuk yang melakukan pelayanan langsung harus betul-betul menjauhi korupsi,” tegasnya.

Exit mobile version