DAERAH  

Sentuh 1,1 Km, Proyek Irigasi Pemprov Sulsel di Bulukumba Siap Airi 1.200 Hektare Sawah

Foto: ist

INFOKINI.ID, BULUKUMBA– Pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi program Multi Years Project (MYP) Pemprov Sulawesi Selatan 2025–2027 di Kabupaten Bulukumba menunjukkan progres positif. Pengerjaan jaringan irigasi di Desa Bontonyeleng dan Palang Barae kini telah mencapai sepanjang 1,1 kilometer dari total target 2,5 kilometer.

Jaringan irigasi Paket 1 tersebut diproyeksikan mampu mengairi sekitar 1.200 hektare lahan persawahan warga di kedua desa.

PDAM

Kepala Desa Bontonyeleng, Andi Baso Mauragawali, mengungkapkan keberadaan infrastruktur irigasi ini sangat vital. Selain mengoptimalkan pengairan pada sawah eksisting, proyek ini berpotensi membuka areal persawahan baru pasca-rampung.

“Selain bisa mengaliri lahan saat ini, juga bisa mengaliri lahan baru apabila pekerjaan ini sudah selesai. Dampak dari ini ada peningkatan produksi. Ada dua desa yang berdampak langsung, yakni Desa Bontonyeleng dan Palang Barae,” ujar Andi Baso, Senin (27/9/2026).

Manfaat nyata mulai dirasakan para petani yang selama ini kesulitan air di kawasan hilir. Jamaluddin, salah seorang petani Desa Bontonyeleng, mengaku optimis Indeks Pertanaman (IP) di wilayahnya bakal meningkat tajam dari dua kali tanam menjadi tiga kali tanam (IP300) dalam setahun.

“Sebelum ada irigasi ini keadaan petani sangat memprihatinkan karena akses air tidak sampai ke hilir. Mudah-mudahan dengan bantuan ini kami bisa tanam padi sampai tiga kali setahun, sehingga pendapatan petani juga naik,” ungkap Jamaluddin seraya mengapresiasi perhatian Pemprov Sulsel.

Dampak positif pengerjaan irigasi ini turut dirasakan generasi muda desa. Petani muda Bontonyeleng, Madasari, menilai ketersediaan air yang terjamin dapat memicu gairah pemuda untuk mengelola potensi pertanian tanpa harus merantau keluar desa.

“Bantuan Pemprov ini bisa menggerakkan petani muda agar tidak keluar dari desa dan bisa membangun potensi pertanian lokal. Terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemerintah Provinsi Sulsel dan Gubernur Bapak Andi Sudirman Sulaiman,” tutur Madasari.

Secara komprehensif, Pemprov Sulsel menggelontorkan anggaran sebesar Rp780 miliar untuk merehabilitasi jaringan irigasi yang melayani total 54.000 hektare sawah di 16 kabupaten/kota, termasuk Bulukumba, Bone, Gowa, Maros, hingga Luwu Raya.

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menjelaskan, program recovery jaringan irigasi ini ditempuh lantaran sekitar 50 persen infrastruktur irigasi eksisting telah mengalami penurunan fungsi akibat kerusakkan bendung dan penyumbatan. Penormalan ini diproyeksikan menjadi kunci peningkatan produktivitas pangan di Sulawesi Selatan.

“Para petani bisa lima kali dalam dua tahun, atau tiga kali setahun, atau minimal dua kali setahun untuk bercocok tanam sampai panen,” jelas Andi Sudirman.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *