INFOKINI.ID, MAKASSAR – Kehadiran layanan transportasi laut gratis Pete-pete Laut yang dioperasikan menggunakan KM Banawa Nusantara 27 mendapat sambutan antusias dari masyarakat Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Kota Makassar.
Layanan ini menjadi solusi bagi warga yang selama ini menghadapi keterbatasan transportasi untuk bepergian dari satu pulau ke pulau lainnya. Selain mempermudah mobilitas, keberadaan kapal tersebut diharapkan memperkuat akses masyarakat terhadap pendidikan, pelayanan kesehatan, serta aktivitas sosial dan ekonomi.
Di balik hadirnya layanan tersebut, terdapat upaya Pemerintah Kota Makassar dalam memperjuangkan kebutuhan transportasi masyarakat kepulauan kepada pemerintah pusat.
Pada Oktober 2025, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mendatangi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI di Jakarta untuk menyampaikan aspirasi masyarakat pulau yang selama bertahun-tahun menghadapi kendala mobilitas akibat terbatasnya sarana transportasi laut dan infrastruktur dermaga.
Dalam pertemuan itu, Munafri meminta dukungan pemerintah pusat berupa bantuan kapal penghubung antarpulau serta peningkatan fasilitas dermaga untuk menunjang aktivitas masyarakat.
Upaya tersebut kemudian berlanjut dengan hadirnya KM Banawa Nusantara 27 yang melayani rute antarpulau di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang. Kapal tersebut resmi diperkenalkan kepada masyarakat pada Jumat (12/6/2026).
Warga Rasakan Manfaat Pete-pete Laut
Manfaat layanan transportasi laut gratis itu mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah satunya Rosdiana, warga Pulau Barrang Lompo, yang mengaku sangat terbantu dengan kehadiran Pete-pete Laut.
Menurut Rosdiana, layanan tersebut menjawab kebutuhan warga yang selama ini kesulitan menjangkau pulau-pulau tetangga karena terbatasnya transportasi yang secara khusus melayani rute antarpulau.
“Masya Allah, ini sangat membantu sekali untuk masyarakat, khususnya di Pulau Sangkarrang antara pulau satu dan pulau lain. Apalagi ini gratis, kami sangat berterima kasih kepada Pak Wali Kota,” ujar Rosdiana.
Ia menjelaskan, sebelum adanya layanan tersebut, masyarakat memang memiliki akses kapal penumpang reguler. Namun, kapal-kapal itu lebih berfokus pada perjalanan dari dan menuju Kota Makassar, sementara konektivitas antarpulau di wilayah Sangkarrang masih terbatas.
“Kalau ke Makassar memang ada kapal penumpang setiap hari. Tetapi untuk ke pulau-pulau tetangga di wilayah Sangkarrang sangat terbatas. Itu yang membuat masyarakat kesulitan,” jelasnya.
Kondisi tersebut membuat warga harus menghadapi kendala ketika hendak mengunjungi keluarga di pulau lain atau memenuhi berbagai kebutuhan yang mengharuskan mereka berpindah antarpulau.
“Sebelumnya kami kewalahan untuk menyeberang ke pulau-pulau tetangga karena tidak ada transportasi yang memang dikhususkan melayani rute tersebut,” katanya.
Dengan beroperasinya Pete-pete Laut, warga kini memiliki alternatif transportasi yang lebih mudah dijangkau tanpa harus mengeluarkan biaya perjalanan.
“Dengan adanya Pete-pete Laut ini, kami jadi lebih mudah bersilaturahmi dengan keluarga di pulau lain, mengurus berbagai keperluan masyarakat, maupun menjalankan aktivitas lainnya. Kapal ini sangat membantu warga di Kepulauan Sangkarrang,” tuturnya.
Dukung Pendidikan hingga Pelayanan Kesehatan
Layanan Pete-pete Laut diprioritaskan untuk mendukung mobilitas tenaga pendidik, pelajar, tenaga kesehatan, serta masyarakat umum yang membutuhkan akses transportasi antarpulau.
Kehadiran layanan ini memiliki arti penting bagi masyarakat kepulauan. Konektivitas yang lebih baik dapat membantu menunjang kegiatan belajar-mengajar, mempermudah akses tenaga kesehatan, serta mendukung berbagai aktivitas sosial dan ekonomi warga.
Bagi masyarakat Kepulauan Sangkarrang, transportasi laut bukan sekadar sarana perjalanan, melainkan kebutuhan mendasar untuk mengakses pelayanan publik dan menjaga hubungan antarkomunitas di pulau-pulau yang terpisah oleh laut.
Karena itu, keberadaan KM Banawa Nusantara 27 diharapkan menjadi bagian dari upaya pemerataan layanan publik, sehingga masyarakat di wilayah kepulauan memperoleh kemudahan akses yang lebih baik.
Rosdiana berharap layanan Pete-pete Laut dapat terus beroperasi dan tetap bisa dinikmati masyarakat secara gratis.
“Kami tentu berharap gratis selamanya. Tetapi kalau suatu saat ada kebijakan tarif, masyarakat mungkin tetap akan menerima karena kebutuhan transportasi ini memang sangat penting dan manfaatnya sudah dirasakan langsung,” pungkasnya.
Bagi warga Kepulauan Sangkarrang, Pete-pete Laut bukan hanya menghadirkan kemudahan perjalanan, tetapi juga membuka peluang mobilitas yang lebih luas. Keberlanjutan layanan tersebut diharapkan dapat menjaga konektivitas antarpulau sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. (*)
















