DAERAH  

Keringat Prajurit TMMD Kikis Ketimpangan, Gempur Keterisolasian dan Bangkitkan Ekonomi Warga Kalebarembeng

Jalan Tani, salah satu program TMMD ke-130 di Desa KAlebarembeng.(Foto: ist)

INFOKINI.ID, GOWA– Di atas hamparan tanah Desa Kalebarembeng, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa, derap langkah prajurit TNI berpadu erat dengan semangat warga setempat. Bukan dalam suasana pertempuran militer, melainkan dalam aksi kemanunggalan melawan keterisolasian ekonomi dan keterbatasan infrastruktur dasar pedesaan. Melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 TA 2026, Satuan Tugas (Satgas) Kodim 1409/Gowa secara resmi menggenjot pengerjaan dua sasaran fisik Utama, yaitu jalan tani dan talud penahan tanah yang dimulai sejak Rabu (14/10/2026). Langkah ini menjadi bukti konkret komitmen TNI dalam mengawal agenda ketahanan pangan nasional langsung dari titik terdepan sektor pertanian.

Dandim 1409/Gowa yang juga merupakan Dansatgas TMMD Ke-130 di Kabupaten Gowa, Letkol Arm Sapari, mengungkapkan, TMMD bukan sekadar program rutin, melainkan ruang pengabdian untuk menjawab kebutuhan mendasar warga, mempermudah perputaran ekonomi, dan mempererat tali silaturahmi. Dijabarkannya, pelaksanaan TMMD di Desa Barembeng, Kodim 1409/Gowa mengkombinasikan pembangunan infrastruktur vital desa dengan Program Unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD).

PDAM

Salah satu sasaran fisik utama adalah perintisan dan peningkatan akses jalan tani sepanjang 2,3 kilometer dengan lebar 4 meter, yang dilengkapi pembuatan talud sepanjang 1,8 kilometer dan pemasangan 2 unit plat deker. Pembangunan akses jalan ini menjawab keluhan petani yang selama ini kesulitan mengangkut hasil panen dari sawah saat musim hujan.

Letkol Arm Sapari membeberkan sejumlah alasan mengapa jalan tani menjadi fokus pembangunan infrastruktur pada program TMMD. “Jalan umum sudah beraspal baik, namun jalan tani ini yang sangat dibutuhkan petani. Jika jalan ini selesai dan bisa dilalui kendaraan roda empat, biaya angkut panen berkurang dan perputaran ekonomi warga akan jauh lebih cepat,” jelasnya.

Jalan Tani, Infrastruktur yang Runtuhkan ‘Tembok’ Logistik, Mendongkrak Nilai Tawar Petani
Selama bertahun-tahun, persoalan klasik yang menghimpit petani Kalebarembeng adalah buruknya akses transportasi. Jalur tanah yang curam dan berdebu saat kemarau serta berubah menjadi kubangan lumpur saat hujan kerap memutus rantai distribusi. Kondisi ini melipatgandakan biaya angkut (ongkos angkut mahal), memangkas margin keuntungan, dan memaksa petani menjual hasil panen dengan harga rendah kepada tengkulak karena keterbatasan akses pasar.

Pembangunan jalan tani oleh Satgas TMMD diharapkan hadir sebagai solusi pemungkas. Hingga Kamis (15/10/2026), pengerjaan fisik telah menembus progres 7 persen, mencakup pembersihan lahan, pemerataan kontur tanah, serta penyiapan struktur fondasi jalan. Solusi pamungkas keterisoliran warga dan masalah ekonomi, menjadi semangat bagi warga, khususnya petani yang ada di Kalebarembeng. Dengan akses jalan yang rata dan kokoh, kendaraan pengangkut hasil panen maupun pasokan pupuk dan bibit dapat masuk langsung ke area perkebunan. Ini memotong biaya angkut tradisional hingga lebih dari 50 persen. Aksesibilitas yang terbuka lebar menghilangkan monopoli tengkulak. Pembeli dan distributor skala besar dapat menjangkau lokasi panen secara langsung, yang secara otomatis meningkatkan posisi tawar (bargaining power) petani. jalan ini juga akan menjadi sebab lancarnya mobilitas alat dan mesin pertanian (alsintan) mempercepat proses pengolahan lahan hingga masa distribusi, sehingga produktivitas lahan meningkat secara signifikan.

Talud Penahan Tanah Jadi Proteksi Investasi dan Mitigasi Bencana
Geografis tanah di wilayah Kalebarembeng memiliki kerentanan tinggi terhadap pergeseran dan erosi, terutama ketika memasuki puncak musim hujan. Tanpa struktur pelindung yang memadai, badan jalan yang dibangun berisiko cepat rusak atau bahkan amblas akibat terkikis air.

Menjawab ancaman tersebut, Satgas TMMD ke-130 memacu pembangunan Talud Penahan Tanah yang saat ini telah mencatatkan progres pesat hingga 15 persen. Dengan metode penyusunan batu kali yang presisi dan campuran material berkualitas, struktur talud dirancang kokoh untuk jangka panjang. Pembangunan Talud dengan sejumlah manfaat akan dirasakan oleh masyarakat. Talud akan menjadi dinding proteksi utama yang menahan pergeseran struktur tanah saat curah hujan tinggi, sehingga mencegah potensi tanah longsor. Talud juga memproteksi investasi jalan tani agar memiliki umur pakai yang panjang. Hal ini mencegah pengeluaran anggaran berulang untuk perbaikan jalan rusak di masa mendatang. Talud juga menjadi jaminan keamanan bagi warga, anak-anak sekolah, serta angkutan beban berat yang melintas sehari-hari.

Kemanunggalan TNI-Rakyat Adalah Injeksi Sosial dan Kunci Percepatan
Di luar pencapaian angka progres fisik, nilai paling mendasar dari TMMD adalah dihidupkannya kembali roh gotong royong yang kian langka. Pagi hingga sore, personil Satgas TMMD bersama tokoh masyarakat, pemuda, dan para petani bahu-membahu membagi tugas, mulai dari mengangkut batu kali, mengaduk semen, hingga meratakan tanah.

Kodim 1409/Gowa optimistis seluruh target pengerjaan di Desa Kalebarembeng akan rampung tepat waktu sesuai target perencanaan. Pembangunan ini tidak sekadar meletakkan batu dan semen, melainkan membangun fondasi kemandirian ekonomi, memperkuat ketahanan pangan, serta menegaskan kehadiran negara di tengah-tengah masyarakat pedesaan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *