INFOKINI.ID, GOWA– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gowa menggelar rapat paripurna pengusulan pengangkatan bupati definitif, Sabtu (17/10/2026) malam. Langkah ini diambil guna menindaklanjuti instruksi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Gubernur Sulawesi Selatan.
Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Gowa, Hasrul Abdul Rajab, mengungkapkan bahwa berkas usulan bupati definitif tersebut ditargetkan rampung dan dikirimkan ke Kemendagri pada awal pekan. “Insyaallah hari Senin surat usulan tersebut akan kita kirimkan ke Kemendagri,” ujar Hasrul usai memimpin jalannya rapat paripurna, Jumat (16/10/2026).
Terkait kekosongan kursi Wakil Bupati Gowa yang nantinya ditinggalkan, Hasrul menegaskan bahwa legislatif saat ini memilih untuk fokus pada pelantikan bupati definitif terlebih dahulu sebelum membuka ruang diskusi bersama partai-partai pengusung.
“Kalau soal calon wakil bupati, kami belum membicarakannya. Fokus kami saat ini adalah bagaimana Pak Bupati bisa segera dilantik secara definitif. Setelah itu, baru kita bicarakan bersama teman-teman dari partai pengusung,” jelasnya.
Selain proses penetapan bupati definitif, DPRD Gowa juga memberikan masukan terkait pelaksanaan event tahunan Beautiful Malino. Mengingat alokasi waktu yang sangat terbatas di tahun anggaran berjalan, legislatif menyarankan agar agenda tersebut digeser ke tahun mendatang.
“Terkait Beautiful Malino, memang agak riskan jika dipaksakan terlaksana tahun ini. Kami di DPRD mengusulkan kepada Pak Plt Bupati agar kegiatannya dilaksanakan tahun depan saja,” tambah Hasrul.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, menyatakan kesiapannya untuk langsung tancap gas menyelesaikan berbagai pekerjaan rumah (PR) pembangunan di Kabupaten Gowa, terutama dalam menggenjot penyerapan anggaran daerah.
Darmawangsyah tidak menampik bahwa penyerapan anggaran Kabupaten Gowa saat ini mendapat perhatian dari pemerintah pusat karena angkanya yang masih terbilang rendah.
“Secara nasional penilaian kita memang masih minus hari ini, karena penyerapan anggaran baru mencapai 19,5 persen. Ini menjadi perhatian nasional. Namun, dengan komitmen bersama serta kolaborasi kuat antara eksekutif dan legislatif, saya yakin di akhir tahun kita akan kembali plus,” tegas Darmawangsyah.
Saat ditanya mengenai evaluasi kebijakan bupati sebelumnya maupun pengisian posisi wakil bupati, Darmawangsyah enggan berspekulasi lebih jauh dan memilih fokus pada kinerja nyata.
“Pokoknya nggak usah banyak bicara dulu, kita kerja saja. Masih banyak PR yang menunggu. Sebagai wakil bupati yang dari awal maju di Pilkada, tentu saya siap melaksanakan amanah dan penugasan dari negara serta daerah ini,” pungkasnya.(*)
















