Warek III Unhan RI Bekali Manajemen Garuda Indonesia Wawasan Kebangsaan dan Pesan Penting Presiden Prabowo

Mayjen TNI Dr. Totok Imam S., S.I.P., S.Sos., M.Tr.(Han)., hadir sebagai narasumber utama dalam Diklat Manajerial Tingkat Jajaran Manajemen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.(Foto: dok. Unhan RI)

INFOKINI.ID, JAKARTA– Wakil Rektor (Warek) III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI), Mayjen TNI Dr. Totok Imam S., S.I.P., S.Sos., M.Tr.(Han)., hadir sebagai narasumber utama dalam Diklat Manajerial Tingkat Jajaran Manajemen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Kegiatan strategis yang berlangsung pada 13-14 Oktober 2026 di Garuda Indonesia Training Center (GATC), Duri Kosambi, Jakarta Barat ini mengusung tema “Implementasi Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara dalam Industri Penerbangan Nasional: Penguatan Kepemimpinan Strategis Insan Garuda Indonesia dalam Menghadapi Dinamika Global”.

PDAM

Dalam pemaparannya, Mayjen Totok Imam menegaskan bahwa bela negara merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa yang diwujudkan melalui integritas, disiplin, profesionalisme, serta pengabdian di bidang masing-masing. Menurutnya, penerapan Lima Nilai Dasar Bela Negara menjadi pondasi krusial bagi manajemen Garuda Indonesia dalam memimpin maskapai pembawa bendera bangsa di tengah persaingan global.

Foto: Dok. Unhan RI

Di hadapan para manajer maskapai nasional tersebut, Warek III Unhan RI turut menyisipkan amanat mendalam dari Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Prabowo Subianto, terkait pentingnya kedaulatan ekonomi dan pertahanan negara di era modern.

“Setialah kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Yang paling utama, setialah kepada rakyat Indonesia. Jangan pernah ada kepentingan apa pun yang lebih tinggi daripada kepentingan bangsa,” kutip Mayjen Totok menyampaikan pesan Presiden Prabowo.

Amanat tersebut juga menekankan pergeseran bentuk ancaman modern yang tidak lagi sebatas pertempuran fisik, melainkan merambah ke wilayah perang siber, kejahatan informasi, hingga infiltrasi budaya. Untuk itu, Indonesia dituntut mandiri dalam sektor pangan, energi, teknologi, industri pertahanan, dan ilmu pengetahuan.

“Saudara-saudara sebagai generasi penerus adalah garda terdepan untuk meraih cita-cita kita, menjaga bangsa dan negara. Kuasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Kuasai kecerdasan buatan, sistem siber, teknologi nirawak, dan bahasa asing,” tegas mantan Pangdam XIV/Hasanuddin  ini selaras dengan arahan Kepala Negara.

Menyelaraskan amanat Presiden RI tersebut, Mayjen Totok menegaskan bahwa penguasaan teknologi mutakhir dan kecerdasan buatan (artificial intelligence) adalah keharusan agar Garuda Indonesia tetap tangguh menghadapi potensi ancaman siber dan perubahan lanskap penerbangan dunia.

Kolaborasi lintas sektor antara Unhan RI, IKAL-Lemhannas, dan Garuda Indonesia ini diharapkan menjadi komitmen nyata dalam mencetak SDM BUMN yang berintegritas, andal, serta mampu memperkokoh ketahanan nasional Indonesia di sektor transportasi udara.(Sumber: Humas Unhan RI/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *