INFOKINI.ID, MAKASSAR – Pengurus Harian Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan melaksanakan rapat Pengurus Harian Syuriyah yang terdiri dari Wakil Rais, Khatib dan Wakil Khatib di Rumah Makan Ulu Juku Makassar, Selasa (25/5/2021).
Hadir dalam pertemuan yang terdiri para ulama yang memberikan pandangan terkait pengisian posisi Rais Syuriyah yang ditinggalkan AGH. Muh. Sanusi Baco. Lc.
Dalam pandangan tertulis, Wakil Rais Syuriyah KH. Kaswad Sartono mengatakan bahwa, kondisi yang dialami ketika Rais Syuriah berhalangan tetap, sebaiknya diqiyaskan pada saat pemilihan Rais Aam PBNU.
“Yaitu Wakil Rais Aam yang ada di bawahnya, maka untuk itulah Al-Mukarram Prof. KH. Najamuddin sudah pas untuk menempati Rais Syuriah,” kata KH Kaswad.
Wakil Rais Syuriah Dr Andi Aderus juga memberikan masukan terkait Rais Syuriah. Menurutnya, Rasi Syuriah nantinya adalah pemersatu, sehingga Rais Syuriah sebaiknya tidak merangkap jabatan.
“Mungkin sebaiknya beliau independen dan secara kealiman ilmu sangat mendukung,” ujar akademisi UIN Alauddin ini.
Di sisi lain Prof. Kadir Ahmad mengungkapkan bahwa, Rais Syuriah adalah koordinator, makanya selepas Anregurutta KH. Muh. Sanusi Baco. Lc perlu dilakukan transformasi Syuriyah, bahwa kepakaran dan keilmuan ulama itu berbagai macam.
“Untuk itu Syuriah ke depan membagi rata peran keulamaan,” harap peneliti utama Litbang Kemenag Makassar.
Senada Wakil Rais Syuriah, KH Andi Abdul Hamzah mengungkapkan bahwa, gerakan dakwah Ulama NU yang tergabung di Syuriyah perlu digiatkan kembali.
“Dan perlu kembali diintensifkan kajian Bahtsul Masail untuk menjawab permasalahan umat dewasa ini,” jelas KH Andi Abdul Hamzah.
Dari berbagai pandangan rapat harian Syuriyah PWNU Sulsel semuanya sepakat meminta kesediaan Prof. Dr. KH. Najamuddin Abd. Safa. MA sebagai Rais Syuriah PWNU Sulsel.
Usai dipilih sebagai Rais Syuriah, Prof Dr KH Najamuddin mengungkapkan bahwa, banyak yang menanyakan kepadanya terkait pengganti Rais Syuriah.
“Saya hanya memberikan jawaban sesuai mekanisme dan aturan yang ada, jangan paksa saya jika berlawanan dengan aturan dan mekanisme yang ada,” tutur Prof KH Najamuddin.
“Tentunya amanah ini cukup berat, apa masukan yang lahir dari pertemuan ini saya akan melaksanakan kepemimpinan yang kolektif di syuriah.” Tambahnya.
Syeikhul Ma’had Pesantren An Nahdlah Makassar ini mengungkapkan, ke depan perlu kembali diaktifkan forum bahtsul masail sebagai forum untuk mengkaji secara mendalam dan memberikan jawaban persoalan-persoalan keumatan dewasa hari ini.
Ia juga mengungkapakan bahwa dirinya terpilih ini kecelakaan, karena terlanjur masuk di jajaran syuriah karena ini amanah alim ulama yang hadir.
“Insya Allah saya akan lanjutkan amanah Anregurutta KH Muh Sanusi Baco sebagai tanggung jawab saya sebagai seorang murid dan kita yang hadir di sini adalah murid-murid gurutta,” pungkasnya.
















