INFOKINI.ID, MAKASSAR – Tim perwakilan Sekolah Putri Darul Istiqamah (SPIDI) Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, meraih Juara Harapan 1 Nasional Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI).
Kegiatan yang digelar oleh Lembaga Kreativitas Ilmiah Mahasiswa Penelitian dan Penalaran (LKIM-PENA) Universitas Muhammadiyah Makassar, diikuti oleh berbagai sekolah yang ada di Indonesia.
Untuk sampai pada tahap tersebut tidak mudah, harus melalui proses seleksi hingga terdapat lima finalis yang melakukan presentasi secara online di hadapan para juri.
Guru Pembimbing LKTI SPIDI, Ita Purnamasari Rahman, menyampaikan rasa bangganya dengan keberhasilan para siswi membuat inovasi yang diinterpretasikan dalam Karya Tulis Ilmiah.
“Alhamdulillah, senang dan bangga yah pastinya, karena dengan kegiatan ini santri dapat belajar dan kegiatan ini sebagai wahana melatih mengungkapkan pemikiran atau hasil penelitiannya dalam bentuk tulisan ilmiah yang sistematis dan metodologis,” ujar Ita Kamis kemarin (11/11/2021).
Anggota Tim SPIDI sebanyak tiga orang yakni Siti Irbah Fandaira, Nurul Ikrimah, dan Artasya Nurseha. Dengan judul karya ilmia “Jalangkote Saitu (Sagu Ikan Tuna) Inovasi Makanan Khas Ternate dalam Mendukung Ekonomi Kreatif’ menarik perhatian para juri.

Ketua TIM LKTI SPIDI, Siti Irbah Fandaira yang akrab disapa Fanda mengungkapkan, bahwa judul LKTI yang diangkat oleh timnya terinspirasi dari makanan khas yang berada di daerah tempat tinggalnya.
“Jalangkote Saitu (Sagu Ikan Tuna) ini adalah makanan khas dari Ternate, saya rasa makanan ini harus diperkenalkan lebih luas lagi, makanya kami mencoba mengangkat judul ini untuk diikutkan dalam lomba dengan sub tema Ekonomi Kreatif,” tuturnya.
Fanda, sapaan akrabnya mengatakan bahwa, Ternate adalah kota dengan sektor pertanian sagu yang sangat besar dan sektor perairannya juga melimpah yaitu ikan tuna.
“Karena hal tersebut maka diinovasikanlah makanan khas Ternate yaitu Jalangkote Saitu (Sagu Ikan Tuna),” ujar Fanda.
Olehnya itu kata dia, melalui Karya Tulis Ilmiah tersebut, mereka berharap agar pemerintah dapat memberikan support untuk dapat merealisasikan produk Jalangkote Saitu sebagai usaha kuliner khas Ternate yang halal dan BPOM.
“Kami yakin, Jalangkote Saitu ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Ternate dengan olahan baru yang terbuat dari sagu dan ikan tuna,” harapnya.
Sementara Artasya menambahkan bahwa, dengan adanya Jalangkote Saitu maka akan lahir lagi produk yang sehat, bergizi, enak, lezat, dan tentunya ekonomis.
“Jalangkote Saitu ini dapat menjadi makanan khas atau ikon di daerah Maluku Ternate,” tutup Artasya.
















