INFOKINI.ID, MAKASSAR – Belasan tenaga kontrak yang bertugas di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang menutup lokasi tersebut dari aktifitas pembuangan, Sabtu (5/3/2022). Mereka demo dengan menutup jalan menggunakan kendaraan dan alat berat.
Aksi demo ini, merupakan protes atas ketidaklulusan para tenaga kontrak yang merasa sudah mengabdi selama belasan tahun sebagai tenaga kebersihan.
Selama menjadi petugas di TPA Antang, belasan tenaga kontrak ini bertugas selama 24 jam secara bergantian tanpa henti dan melayani aktifitas pembuangan sampah dari ratusan mobil sampah yang datang dari berbagai wilayah di Kota Makassar.
Syahril, salah seorang pengawas umum yang mengaku telah mengabdi sejak 2005 merasa sangat kecewa atas ketidaklulusan ini. Padahal menurutnya, belasan tenaga yang tidak lulus ini, justru mereka yang rajin dan melaksanakan tugas dengan baik.
“Kita akan tutup lokasi pembuangan hingga ada solusi dari Pemkot dalam hal ini pak wali. Kita ingin ada perhatian untuk kita yang telah mengabdi selama belasan tahun di pembuangan sampah ini. Yang sangat membuat kita kecewa karena yang tidak lulus ini, mereka yang rajin. Belasan tahun kita mengabdi di sini sebagai tenaga kontrak dan bekerja selama 24 jam secara bergantian. Ini yang kita pertanyakan, kenapa kita tidak diperhatikan,” jelas Syahril, yang lekat disapa Riri.
Riri juga menjelaskan bahwa para tenaga kontrak di TPA ini menerima upah/honor sebesar Rp2,8 juta per bulannya. Jumlah itu sudah termasuk gaji pokok dan uang makan.
“Kita hanya mau kepedulian atas pengabdian ini. Pengangkatan sebagai laskar pelangi adalah bentuk penghargaan kepada kami yang telah mengabdi sekian lama di sini. Kita berharap pak wali melihat apa yang kami kerjakan disini,” ujarnya.
Riri juga memaparkan bahwa tenaga kontrak yang terdaftar di TPA berjumlah 42 orang. Selain kami, ada juga tenaga kontrak yang ada di kecamatan.
Sebelumnya, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto terkait perekrutan laskar pelangi menegaskan bahwa salah satu pertimbangan dan indikator kelulusan dalam seleksi laskar pelangi adalah tingkat kerajinan dan kehadiran.
“Kelulusan dinilai dari intensitas kehadirannya, dan juga nilai yang telah diakumulasi dari hasil tes masing-masing. Bisa saja itu yang malas-malas bisa tergantikan yang baru,” ungkap Danny, dalam sesi wawancara beberapa waktu lalu.
Danny, sapaan Wali Kota dua periode ini juga mengatakan, hanya 12 ribu tenaga laskar pelangi yang akan diterima dari 15 ribu jumlah pelamar. Terdiri dari 12.800 honorer lama, dan lebihnya pelamar baru yang ikut seleksi pada Desember 2021 lalu.
















