INFOKINI.ID, SINJAI – Jamaah calon haji (JCH) Kabupaten Sinjai diminta untuk mempersiapkan diri jelang pemberangkatan pada 1 Juli 2022 mendatang. Salah satunya dalam menjaga kesehatan jamaah.
Menurut Bupati Sinjai Andi Seto Asapa, kesehatan menjadi salah satu modal penting yang harus dijaga sebelum dan dalam pelaksanaan rukun Islam kelima yaitu ibadah haji di tanah suci Makkah.
Apalagi kata Bupati, informasi syarat pemberangkatan yang diwajibkan untuk JCH oleh pihak kerajaan Arab Saudi adalah swab tes polymerase chain reaction (PCR).
“Informasinya jamaah kita masih akan dites PCR sebelum berangkat dan itu wajib makanya menjaga kesehatan dan imun tubuh sangat penting, jangan sampai harus tertunda karena harus dirawat dulu,” ungkap Bupati, Rabu (15/6/2022).
Oleh karena itu, alumni Monash Australia University ini mengintruksikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sinjai mengawal dan memberikan pembekalan kepada JCH Sinjai bagaimana menjaga kesehatan dan imun mereka.
Informasi tes PCR sebelum pemberangkatan oleh JCH Sinjai dibenarkan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenang) Sinjai, H Jamaris.
Menurut mantan Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kabupaten Gowa ini, tes PCR dilakukan oleh semua JCH di seluruh Indonesia tidak hanya JCH Kabupaten Sinjai.
Dia berharap JCH Sinjai benar-benar dapat menjaga kesehatan dan imunitas jelang pemberangkatan nanti sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak dinginkan.
“Saya minta JCH kurangi interaksi seperti menerima tamu dulu, jaga Prokes karena jika ada yang positif tes PCR maka akan dirawat dan ditunda keberangkatannya karena tanggal 3 Juli penebangan jamaah sudah ditutup. Mudah-mudahan tidak terjadi dan semuanya sehat berangkat ke Makkah,” jelasnya.
JCH Kabupaten Sinjai sendiri berjumlah 107 orang dan akan menuju asrama haji Sudiang pada 30 Juni mendatang. Mereka akan diterbangkan bersama JCH asal Kota Makassar dan Sulawesi Barat yang tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 18 gelombang kedua.
















