Aktivis Soroti Proyek Talud Rp24 M di Wajo: Banyak Ketimpangan

INFOKINI.ID, SENGKANG – Pekerjaan proyek talud di ruas Jalan Solo-Peneki, Kecamatan Bola, Kabupaten Wajo disoroti para pegiat antikorupsi. Aktivis menemukan ada indikasi penyimpangan pada mutu proyek.

“Ada indikasi proyek dikerjakan asal-asalan. Ini terkait mutu. Kami menemukan mutu proyek di bawah standar,” terang Andi Germawanto, Ketua Lumbung Aspirasi Serikat Rakyat (Laser) Sulsel, Kamis (26/10/2023).

Andi Germawanto menyebut, perlu ada pengusutan pada proyek ini. Sebab dari hasil pemantauan terlihat banyak indikasi ketimpangan pada teknis pekerjaan.

“Anggaran proyek ini terbilang besar. Senilai Rp24 miliar. Melalui Direktorat Jenderal Bina Marga. Proyek dikerjakan oleh PT Tri Star Mandiri, dengan nomor kontrak HK.01.02/PJN.WIL-/1/PPK 1.5/SL/VII/2023. Hasil investigasi kami, pengerjaan di lapangan tidak sesuai dengan RAB,” paparnya.

Berdasarkan pantauan tim lembaganya, sebut Andi, proyek talud dan drainase tersebut diduga kuat dikerjakan tidak sesuai dengan dokumen kontrak. Bahkan kata dia, ada kesan asal-asalan dan sekadar mengejar keuntungan semata.

” Pengerjaan pada Proyek jalan poros solo-peneki terkesan asal-asalan dan diduga tidak sesuai spesifikasi dan ini jelas soal bahan atau campuran material jauh dari kata sesuai dan ini bisa dipastikan tidak sesuai dengan Rab yang ada”. Tukasnya

“Pekerjaan proyek ini kami anggap amburadul dikarenakan beberapa talud yang dikerjakan sudah retak. Kami meragukan material yang digunakan tidak melalui uji lab seperti batu putih pada struktur bangunan talud, kemungkinan tidak sesuai dengan spesifikasi dan dokumen kontrak,” terang Andi.

Atas temuan di lapangan, dalam waktu dekat pihaknya akan melaporkannya ke aparat penegak hukum (APH).

“Iya dalam waktu dekat kami akan laporkan terkait beberapa temuan yang kami dapatkan di lapangan, semoga nantinya proyek yang kiranya dapat merugikan keuangan negara segera diproses hukum,” tandasnya.

Sementara itu pengawas pada proyek tersebut, Adi mengatakan, akan melakukan evaluasi terhadap pekerjaan talut yang dimaksud.

“Kami akan melakukan evaluasi terhadap pekerjaan tersebut. Terima kasih atas masukan dan perhatiannya nanti dievaluasi ulang kembali di lapangan. Karena proses masih sementara dikerjakan dan pembenahan agar yang kurang baik cepat ditangani dan diperbaiki,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *