INFOKINI.ID, MAKASSAR – Universitas Muslim Indonesia (UMI) secara resmi menetapkan pelaksanaan perkuliahan Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 dilaksanakan secara daring atau online selama bulan suci Ramadan, meskipun berdasarkan Kalender Akademik yang telah ditetapkan melalui Keputusan Rektor, perkuliahan semula dijadwalkan dimulai 2 Maret 2026 secara luring (offline).
Keputusan ini ditetapkan melalui mekanisme resmi Senat Akademik UMI, dengan mempertimbangkan aspek akademik, kondisi sosial-ekonomi mahasiswa, serta dinamika masyarakat nasional.
Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., menegaskan bahwa kebijakan ini bukan bentuk pelonggaran standar, melainkan bentuk keberanian akademik dalam membaca realitas.
“Kami tidak menurunkan mutu. Kami menjaga ilmu tetap optimal dan orang tua tetap tenang. Pendidikan tidak boleh menjadi beban ganda bagi keluarga,” katanya.
Keputusan Akademik yang Tegas dan Terukur
UMI memahami bahwa mayoritas mahasiswa berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Jika perkuliahan tetap dilaksanakan luring sejak 2 Maret 2026, maka mahasiswa harus datang ke Makassar untuk kuliah sekitar dua minggu, kemudian pulang, dan kembali untuk kuliah lagi. Maka, konsekuensinya tiket perjalanan dua kali, biaya kos tambahan, dan beban finansial keluarga meningkat.
Di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil dan fluktuasi biaya transportasi, UMI memilih menghadirkan solusi yang kontekstual dan manusiawi.
Namun secara akademik, seluruh standar tetap dijaga substansi pembelajaran berjalan sesuai RPS, SKS dan CPL tetap terpenuhi berbasis Outcome Based Education (OBE), praktikum, klinik, studio, dan kegiatan lapangan tetap dilaksanakan luring setelah Ramadan.
Keputusan ini adalah re-sequencing metode pembelajaran, bukan pengurangan kualitas.
UMI menegaskan bahwa keunggulan akademik harus berjalan berdampingan dengan empati sosial.
UMI adalah Perguruan Tinggi Terakreditasi Unggul pertama di luar Jawa, PTS dengan Guru Besar terbanyak di Indonesia, Pelopor dan penyelenggara pertama Program Profesi Insinyur (PPI) yang meraih Rekor MURI, PTS tertua dan terbaik di Indonesia Timur serta Satu-satunya PTS di Indonesia Timur yang masuk 100 Besar Webometrics Indonesia 2026.
“Standar akademik kami kokoh. Tetapi kepekaan sosial adalah etika institusi. Transformasi digital tidak boleh menghilangkan nurani,” ujar Rektor UMI.

















