INFOKINI.ID, GOWA– DPRD Kabupaten Gowa melakukan studi banding ke Provinsi DI Yogyakarta pada 23-26 Februari 2026, dengan misi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata dan meninjau UMKM berbasis lokal dapat menjadi fokus Pemkab Gowa dalam peningkatan ekonomi rakyat melalui usaha mikro kecil menengah.
Wakil Ketua DPRD Gowa, Hasrul Abdul Rajab (HAR) dan Tyna H Ti’no Mawangi memimpin kunjungan yang bertujuan menggali ilmu dan strategi Pemkab Yogyakarta pada dua potensi sektor tersebut.
Yogyakarta dipilih karena memiliki program pengawasan yang baik dalam pengelolaan retribusi pariwisata dan pengelolaan UMKM berbasis lokalnya. “Kami ingin menggali dari Yogyakarta, bagaimana mereka mengelola retribusi pariwisata dengan efektif, sehingga bisa diterapkan di Gowa dan meningkatkan angka PAD,” kata Hasrul, yang dihubungi, Jumat (27/2/2026).
Gowa menurut Hasrul, memiliki potensi pariwisata yang besar, dan kunjungan ini diharapkan akan berdampak pada peningkatan PAD dan memperkuat fungsi pengawasan DPRD. “Ada beberapa hal yang bisa menjadi referensi bagi Kabupaten Gowa dari kunjungan ini. Diantaranya pariwisata Yogyakarta berkontribusi dalam peningkatan PAD melalui retribusi, dengan optimalisasi pungutan di tempat wisata, parkir, dan penginapan, serta melalui inovasi digitalisasi. Hal ini bisa dilakukan di Kabupaten Gowa. Dan untuk ini, kita bisa melakukan upaya perbaikan tata kelola, rotasi petugas pemungut retribusi untuk mencegah kebocoran, dan peningkatan kualitas infrastruktur guna meningkatkan lama kunjungan wisatawan. Termasuk juga mengupayakan pengembangan desa wisata,” papar legislator dari Partai Gerindra ini.
Selain itu, legislator dari partai Gerindra ini juga menegaskan bahwa faktor kendala terhadap peningkatan PAD juga harus dibenahi. “Penyebab kebocoran PAD juga penting untuk dibenahi. Diantaranya adalah pengelolaan parkir yang belum maksimal, dan kebocoran dalam pungutan retribusi tempat wisata. Ini menjadi salah satu penyebabnya dan harus dibenahi,” tegasnya.
Hasrul juga menilai Pemda Gowa harus bergerak untuk merealisasikan potensi itu. Termasuk untuk menggaungkan potensi wisata Gowa yang kini menjadi destinasi kunjungan wisata di Sulsel. “Banyak hal yang bisa dilakukan oleh pemerintah daerah terkait promosi pariwisata biar lebih dikenal luas oleh wisatawan. Salah satunya, memanfaatkan media sosial, membuat event-event tahunan, membangun kemitraan dengan pengusaha travel, maskapai, dan lain lain. Termasuk juga memperhatikan infrastruktur. Ini yang sangat penting. Gimana wisatawan akan berkunjung kalau jalan yang dilalui tidak mulus. Ini bentuk kenyamanan yang harus diciptakan ke semua pengunjung wisatawan,” kuncinya.
Sementara terkait kunjungan studi banding untuk peningkatan sektor UMKM, Wakil Ketua DPRD, Tyna H Ti’no Mawangi mengungkapkan bahwa DPRD memiliki fungsi pengawasan terhadap kinerja pemerintah. “Sesuai tugas kami dalam pengawasan dan sebagai wakil rakyat, tentu akan memberikan masukan, sesuai dari kegiatan studi banding itu. Kita tidak main-main dalam menjalankan tugas kunjungan,” tegas Tyna, yang merupakan legislator dari Partai Nasdem.
Tyna juga berharap pengembangan UMKM berbasis lokal dapat menjadi fokus Pemkab Gowa dalam peningkatan ekonomi rakyat melalui usaha mikro kecil menengah. “Kami melakukan studi ke sejumlah pemerintah kabupaten di Yogya ini tak lain sebagai perpanjangan tangan dari Pemkab Gowa. Kita ingin optimalisasi sektor UMKM berbasis lokal menjadi komitmen besar dan nyata sehingga Gowa bisa tumbuh dan lebih maju lagi melalui penguatan ini. Jika Gowa melakukan optimalisasi maka masyarakatnya akan menikmati pembangunan dengan maksimal, ” kata Tyna Haji Tino.
Dalam studi banding tersebut, DPRD Kabupaten Gowa terbagi dalam dua rombongan berdasarkan komisi. Komisi II yang diantaranya terdiri Kasim Sila, Dian Purnamasari, Eka Afriani, Ayu Nurdani, Ajim Sulfikar, Faizal Nyengka, Hj Sutihati Dahlan, Hj St Haniah Hafid, Rosita, Nurjannah, Abd Kadir Tulo dan lainnya, melakukan kunjungan ke DPRD Bantul dan DPRD DI Yogyakarta. Komisi II berkunjung ke dua tempat tersebut dalam rangka meningkatkan wawasan dan kapasitas pengembangan UMKM berbasis potensi lokal.
Sementara Komisi IV yang diantaranya terdiri dari H Nur As’ad Hijaz, Wardah Hamdat, Hasmolla, Arfandi Parani, H Mappasomba Amir Dg Sila dan sejumlah lainnya, melakukan kunjungan ke DPRD Kota Yogyakarta dan DPRD Kabupaten Sleman, untuk menggali studi peran DPRD dalam pengawasan, pengelolaan retribusi pariwisata dan pajak pariwisata untuk optimalisasi pendapatan daerah.(*)















