INFOKINI.ID, MAKASSAR – Jalan tol Makassar diprediksi mengalami peningkatan mobilitas kendaraan selama periode mudik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Kenaikan lalu lintas diproyeksikan sekitar 6 persen selama periode H-7 hingga H+7 Lebaran 2026 dibandingkan kondisi normal harian.
Proyeksi tersebut disampaikan oleh pengelola jalan tol yakni PT Makassar Metro Network (MMN) dan PT Makassar Airport Network (MAN) yang mengelola sejumlah ruas tol strategis di Kota Makassar.
Kedua perusahaan menyebut peningkatan lalu lintas diperkirakan terjadi di seluruh ruas jalan tol, mulai dari Seksi I, II, III yang dikelola MMN hingga Seksi IV yang dikelola MAN.
Jalan Tol Makassar sendiri memiliki peran vital karena menjadi akses utama yang menghubungkan pusat bisnis kota, kawasan permukiman, serta Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Pengelola menjelaskan bahwa pola pergerakan kendaraan di Jalan Tol Makassar memiliki karakteristik berbeda dibanding jalan tol antar kota di Pulau Jawa.
Menjelang Lebaran, arus kendaraan justru cenderung masuk ke Kota Makassar. Hal ini dipicu oleh aktivitas masyarakat yang berbelanja kebutuhan hari raya serta meningkatnya distribusi logistik.
Sementara itu, mendekati hari raya, arus kendaraan diperkirakan akan berbalik menjadi arus keluar kota seiring meningkatnya mobilitas masyarakat untuk mudik.
Berdasarkan data proyeksi lalu lintas, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026 dengan jumlah kendaraan mencapai sekitar 118.906 kendaraan per hari.
Sedangkan puncak arus balik diprediksi terjadi pada 28 Maret 2026 dengan volume lalu lintas sekitar 117.853 kendaraan per hari untuk gabungan ruas tol yang dikelola MMN dan MAN.
Untuk mengantisipasi kepadatan di gerbang tol, pengelola menyiapkan Toll Lane Portable guna membuka lajur darurat (temporary lane) saat terjadi antrean kendaraan.
Selama periode mudik Lebaran, pengelola juga menyiagakan petugas tambahan guna memastikan layanan tetap berjalan optimal selama 24 jam.
Seluruh ruas tol sepanjang 24,85 kilometer didukung oleh 41 gardu tol yang terdiri dari sistem otomatis dan hybrid. Selain itu, sejumlah armada operasional juga disiagakan, seperti kendaraan derek, ambulans, dan unit patroli jalan tol.
Pemantauan lalu lintas juga dilakukan secara real-time melalui jaringan CCTV terintegrasi untuk merespons cepat apabila terjadi gangguan di lapangan.
Terkait kebijakan pemerintah mengenai diskon tarif tol selama arus mudik, pengelola menjelaskan bahwa Jalan Tol Makassar tidak termasuk dalam kategori ruas yang mendapatkan potongan tarif.
Hal ini karena Jalan Tol Makassar merupakan jalan tol dalam kota dengan karakteristik pengguna yang didominasi komuter harian.
Direktur Utama PT Makassar Metro Network, Ismail Malliungan, mengatakan pihaknya memastikan seluruh sistem operasional berjalan optimal selama periode Lebaran.
“Kami menyiagakan tim teknik serta stok material yang cukup untuk mengantisipasi perbaikan darurat jika diperlukan. Seluruh sistem pengawasan berjalan optimal agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap lancar di tengah momentum Lebaran,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Makassar Airport Network, Anton Sujarwo, menegaskan bahwa kenyamanan pengendara menjadi prioritas utama selama periode mudik.
“Fokus utama kami adalah memberikan pengalaman berkendara yang nyaman bagi seluruh pengguna jalan tol, terutama pada momen penting seperti mudik dan silaturahmi,” katanya.
Kesiapan arus Lebaran tahun ini juga menjadi bagian dari kampanye strategis perusahaan bertajuk #TolnyaMakassar yang menekankan pentingnya mobilitas perkotaan yang aman, tertib, dan berkelanjutan.
Pengelola jalan tol juga mengimbau pengguna jalan untuk memastikan saldo uang elektronik mencukupi sebelum perjalanan, memanfaatkan Aplikasi NITA untuk kemudahan transaksi, memastikan kondisi kendaraan prima, serta mematuhi batas kecepatan yang berlaku demi keselamatan bersama.















