Ribuan Warga Iran Tumpah Ruah ke Jalan, Nyatakan Setia pada Mojtaba Khamenei

Ayatollah Mojtaba Khamenei. (Foto:Istimewa)

INFOKINI.ID – Mekipun perang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel masih berlangsung panas, namun ribuan warga Iran di berbagai kota turun ke jalan. Mereka menyatakan kesetiaan kepada Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei yang menjadi pemimpin tertinggi baru Iran.

Seperti dilansir Press TV, Selasa (10/3/2026), aksi massa itu berlangsung di area ibu kota Teheran dan kota-kota besar lainnya, seperti Shiraz, Kerman, Ahvaz, Tabriz, Hamedan, Ardabil, dan kota-kota lainnya pada Senin (9/3) waktu setempat.

Sebelumnya, otoritas Iran mengumumkan pada Minggu (8/3) waktu setempat bahwa Mojtaba, yang berusia 56 tahun, telah dipilih menjadi pemimpin tertinggi baru negara itu. Mojtaba menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan gabungan AS-Israel pada akhir Februari lalu.

Mojtaba menjadi pemimpin tertinggi ketiga Iran sejak negara Syiah itu dilanda revolusi tahun 1979 silam.

Di Teheran, aksi massa digelar di area Alun-alun Enqelab, di mana warga yang hadir terlihat mengibarkan bendera nasional Iran dan meneriakkan slogan-slogan berbunyi “Matilah AS” dan “Matilah Israel”.

Berbicara kepada Press TV, beberapa warga yang hadir mengatakan bahwa mereka berkumpul untuk menegaskan kembali kesetiaan dan kepatuhan mereka kepada pemimpin tertinggi Iran yang baru, serta berjanji akan memberikan dukungan penuh kepadanya.

“Kami kehilangan pemimpin tercinta kami saat beliau memimpin kafilah kami melawan kekuatan-kekuatan arogan dunia. Lukanya terlalu dalam, tetapi sekarang ada jaminan dalam diri pemimpin baru, penerusnya yang layak, yang akan melanjutkan misi ini,” kata salah satu warga yang hadir dalam aksi massa di Teheran.

Warga yang hadir dalam aksi massa tersebut, sebut Press TV dalam laporannya, juga mendukung Angkatan Bersenjata Iran dalam operasi pembalasan terhadap Israel dan pangkalan militer AS di kawasan.

Press TV menyebut rentetan serangan AS dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari telah menewaskan sedikitnya 1.332 orang.

Korban tewas tidak hanya tokoh pemimpin dan pejabat senior Iran, tetapi juga warga sipil termasuk 165 anak sekolah yang tewas saat sekolah mereka di Iran bagian selatan dihantam serangan.

Iran merespons dengan gelombang serangan rudal dan drone terhadap target-target di Israel dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, yang membuat konflik menyebar ke seluruh Timur Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *