Ladang Gas Terbesar Dunia Digempur Israel, Iran Lakukan Serangan Balasan

Kondisi bangunan di Teheran, Iran, yang porak-poranda setelah dihantam rudal Israel yang dibantu Amerika Serikat. (int)

INFOKINI.ID – Serangan gabungan Amerika Serikat (AS)-Israel menghantam fasilitas ladang gas Pars Selatan milik Iran di Teluk Persia hingga menyebabkan kebakaran. Ladang gas Pars Selatan merupakan cadangan gas alam terbesar di dunia.

“Beberapa saat yang lalu, sebagian fasilitas gas yang terletak di Zona Ekonomi Khusus Energi South Pars di Asaluyeh dihantam oleh proyektil yang ditembakkan oleh musuh Amerika-Zionis,” lapor televisi pemerintah, mengutip Ehsan Jahanian, wakil gubernur provinsi Bushehr selatan, tempat fasilitas tersebut berada, dilansir AFP, Kamis (19/3/2026).

Ladang gas raksasa South Pars/North Dome adalah cadangan gas terbesar yang diketahui di dunia. Ladang tersebut memasok sekitar 70% gas alam domestik Iran.

Balasan dari Iran

Iran pun tidak tinggal diam dan melakukan serangan balasan dengan melancarkan serangan ke sejumlah fasilitas dan ladang gas negara-negara Teluk. Kebakaran hebat dilaporkan terjadi di fasilitas gas di Qatar.

Dilansir Al Jazeera, Kamis (19/3/2026), Kementerian Dalam Negeri Qatar mengumumkan bahwa tim pertahanan sipil saat ini sedang berupaya memadamkan kebakaran di Kota Industri Ras Laffan setelah serangan Iran.

Tidak ada korban luka yang dilaporkan menurut pernyataan kementerian. Sebelumnya, pertahanan sipil mengatakan telah berhasil mengendalikan kebakaran di Ras Laffan.

Kementerian Luar Negeri Qatar telah mengeluarkan pernyataan lain menyusul serangan Iran terhadap fasilitas gas Ras Laffan. “Serangan brutal Iran terhadap negara-negara di kawasan ini telah melanggar semua garis merah dengan menargetkan warga sipil, infrastruktur sipil, dan fasilitas vital,” kata pernyataan itu, dikutip dari Detik.

Sementara itu, QatarEnergy mengatakan kebakaran besar telah terjadi di beberapa fasilitas gas alam cair (LNG) miliknya menyusul serangan terbaru Iran di Kota Industri Ras Laffan.

Serangan ini “merupakan tambahan dari serangan sebelumnya di Kota Industri Ras Laffan pada hari Rabu” yang “mengakibatkan kerusakan luas pada fasilitas Pearl GTL (Gas-to-Liquids),” kata QatarEnergy.

Terdapat “kerusakan lebih lanjut yang luas” akibat serangan baru ini, dengan tim tanggap darurat “segera dikerahkan” dan tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, tambah QatarEnergy.

Negara lainnya, UEA mengutuk serangan Iran terhadap fasilitas gas Habshan dan ladang Bab. Kementerian Luar Negeri UEA mengatakan bahwa “serangan Iran” yang menargetkan fasilitas gas Habshan dan ladang minyak Bab merupakan “eskalasi berbahaya dan pelanggaran prinsip-prinsip hukum internasional”.

Kementerian mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka berhak sepenuhnya untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi kedaulatan dan keamanan nasionalnya, dan untuk menjaga prestasi nasionalnya.

Pernyataan itu menyebutkan bahwa pertahanan udara UEA berhasil mencegat serangan tersebut, dan tidak ada korban jiwa yang tercatat. Pernyataan itu juga menekankan bahwa “penargetan infrastruktur energi vital merupakan ancaman langsung terhadap stabilitas regional dan pasar energi global”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *