Hadapi Pemilu 2029, PDIP Sulsel Jaga Basis Pemilih dan Gaet Pemilih Baru

Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD PDIP Sulsel, Moh Ramdhan Pomanto. (int)

INFOKINI.ID, MAKASSAR – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mulai memanaskan mesin partai menjelang Pemilu 2029. Salah satunya dengan melakukan perampungan struktur kepengurusan hingga tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan.

Bukan itu saja, untuk menyasar pemilih muda, maka PDIP pun tengah mematangkan pemenuhan kuota pengurus dari kalangan anak muda.

Menurut Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD PDIP Sulsel, Moh Ramdhan Pomanto, upaya konsolidasi itu kini sedang dilakukan secara berharap oleh pengurus PDIP, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.

“Sekarang konsolidasi. Konsolidasi PAC, ranting, dan anak ranting. Karena itu infrastruktur partai,” kata Danny Pomanto.

Kendati demikian, Danny menjelaskan, upaya yang dilakukan oleh kader dan pengurus PDIP untuk terus menjaga basis pemilih dan menggaet pemilih baru, terus dilakukan dengan melakukan tampung aspirasi.

“Aspirasi masyarakat kali ini kan berkembang dengan cepat, berubah dengan cepat, dan kebutuhannya mendesak. Sehingga isu-isu ini menjadi isu bagian daripada tanggung jawab kita untuk elektoral,” ujar mantan Wali Kota Makassar dua periode ini, Selasa (24/3/2026).

Danny juga menjelaskan bahwa PDIP saat ini sedang melakukan proses rekrutmen bakal calon legislatif (caleg), yang dilakukan sebelum tahapan resmi.

Hingga kini sudah ada beberapa kabupaten yang telah menemukan bakal caleg potensial yang akan diajukan pada Pileg 2029 mendatang.

“Kenapa begitu cepat melakukan? Karena memang sekarang ini dalam era persaingan dan perubahan yang begitu mendesak, perubahan politik mendesak ya karena sekarang ini dalam ukuran prediksi voters, 62% itu voters muda dan perempuan,” jelasnya.

“Anak-anak muda ini, Gen Z, milenial, dan Gen Alpha, ini generasi yang itu tadi, fragile-lah. Sehingga harus ada edukasi-edukasi, dalam bahasa gaulnya ada gimik-gimik yang bisa menjawab kesesuaian dengan gimiknya anak-anak muda. Ini kan masalah gimik ini hal-hal baru, kita ini kan tidak hidup dari gimik tapi anak-anak sekarang hidup dari gimik,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *