INFOKINI.ID, BITUNG – Bencana gempa bumi terjadi di Bitung, Sulawesi Utara (Sulut). Gempa ini berkekuatan magnitudo (M) 7,3.
“Update info Gempa Mag:7.3, 02-Apr-26 05:48:14 WIB,” demikian postingan @infoBMKG, Kamis (2/4/2026).
Titik gempa berada di 1.21 Lintang Utara, 126.25 Bujur Timur dan berada di kedalaman 62 Km. Gempa ini dirasakan di Ternate hingga Manado.
“Dirasakan di Ternate V-VI MMI, Ibu V MMI, Manado IV-V MMI, Gorontalo Bone Bolango, Gorontalo Utara III MMI,” ujarnya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bitung, Sulawesi Utara (Sulut), melaporkan 4 kecamatan terdampak gempa.
Kantor Wali Kota Bitung hingga kantor BPBD Bitung turut dilaporkan rusak akibat bencana tersebut.
“Gempa bumi ini dirasakan oleh masyarakat Kota Bitung dan menimbulkan kepanikan karena goncangan gempa sangat kuat terasa ± 15-20 detik,” kata Kepala Pelaksana BPBD Bitung, Fivy Yurico Kadeke dalam keterangannya, Kamis (4/2/2026).
Data dari BPBD Bitung, ada empat kecamatan yang terdampak gempa, yaitu Maesa, Matuari, Madidir dan Lembeh Utara. Sejumlah bangunan milik warga hingga tempat ibadah juga mengalami kerusakan.
Dinding Kantor Wali Kota Bitung lantai 4 runtuh akibat gempa. Kerusakan juga terjadi di Kantor BPBD Bitung yang dindingnya rubuh akibat getaran gempa tersebut.
Selain itu, dua rumah warga di Kelurahan Bitung Barat Dua, Kecamatan Maesa mengalami kerusakan setelah dindingnya rubuh.
Sementara dapur rumah milik warga di Kelurahan Macembo-nembo Tengah, Kecamatan Matuari juga mengalami kerusakan. Plafon Gereja GMIM Petra di Kelurahan Wangurer Barat, Kecamatan Madidi pun runtuh.
“Berdasarkan laporan masyarakat sekitar pantai Girian Bawah sesaat kejadian gempa kondisi air laut mengalami surut ± 7-10 meter dari tepian pantai, dan pantai candi (Bitung Barat Dua) air sempat surut ± 5 meter dari tepian pantai,” papar Fivy.
BPBD Bitung mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD telah diturunkan melakukan pemantauan langsung dari pesisir pantai sembari berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.
“Masyarakat sudah mulai tenang. Karyawan PT Agro sudah kembali ke perusahaan. Belum ada pencabutan peringatan dini dari BMKG. Kebutuhan mendesak masih dilakukan pendataan,” tuturnya.















