Waspada! “Social Engineering 2.0” Mengintai, Polres Gowa: Jangan Mudah Percaya Video dan Telepon

INFOKINI.ID, GOWA – Perkembangan teknologi digital telah membawa banyak kemudahan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, di balik berbagai kemudahan tersebut, muncul pula ancaman baru berupa kejahatan siber dengan modus yang semakin beragam dan canggih.

Terbaru, munculnya modus kejahatan siber yang dikenal sebagai Social Engineering 2.0, yakni penipuan berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) melalui teknologi video deepfake dan voice cloning.

Terkait hal ini, Polres Gowa pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan modus kejahatan siber terbaru tersebut.

“Imbauan ini kami sampaikan sebagai langkah pencegahan agar masyarakat tidak menjadi korban penipuan yang kini semakin canggih dan sulit dikenali,” begitu imbauan Polres Gowa, belum lama ini.

Polres Gowa menjelaskan bahwa pelaku kejahatan memanfaatkan teknologi AI untuk menghadirkan wajah dan suara yang menyerupai orang dikenal korban atau tokoh publik guna memerintahkan maupun menjebak korban.

Menurut humas Polres Gowa, pelaku dalam beraksi dapat membuat video palsu (deepfake) yang menampilkan sosok di antaranya seperti kerabat atau keluarga, atasan di tempat kerja, maupun pejabat atau tokoh publik.

Dalam video tersebut, korban biasanya diminta melakukan tindakan mendesak seperti mengirim uang atau memberikan data penting.

Selain itu, pelaku juga melakukan penipuan melalui telepon (phishing call) dengan memanfaatkan teknologi voice cloning.

Dalam modus ini, pelaku di antaranya berpura-pura sebagai kerabat yang sedang mengalami keadaan darurat, atau atasan yang meminta bantuan segera, atau pejabat atau pihak instansi tertentu. Kemudian, dengan alasan mendesak, korban diminta mentransfer uang atau memberikan data sensitif seperti kode OTP, PIN, maupun password.

Polres Gowa pun mengimbau masyarakat agar semakin berhati-hati dan tidak mudah percaya terhadap permintaan mendadak yang berkaitan dengan uang maupun data pribadi.

“Polres Gowa mengingatkan masyarakat agar selalu berhati-hati dan tidak mudah percaya terhadap permintaan mendadak yang berkaitan dengan uang maupun data pribadi,” ujar Humas Polres Gowa.

Untuk mencegah kasus penipuan tersebut, maka Polres Gowa pun memberikan imbauan. Berikut langkah pencegahan yang diimbau oleh Polres Gowa, antara lain:

• Selalu lakukan verifikasi ulang melalui nomor resmi atau komunikasi langsung.
• Jangan panik jika menerima telepon/video yang meminta bantuan mendesak.
• Jangan pernah membagikan kode OTP, PIN, atau password kepada siapa pun.
• Tingkatkan literasi digital dan keamanan siber keluarga.

Polres Gowa menegaskan bahwa perkembangan teknologi harus diiringi dengan kewaspadaan masyarakat.

“Cerdas gunakan AI, jangan mudah terperdaya,” menjadi pesan utama agar masyarakat tetap aman dari kejahatan digital yang semakin berkembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *