INFOKINI.ID, MAKASSAR – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah dinamika distribusi dan meningkatnya konsumsi di sejumlah wilayah.
Pertamina menyatakan telah melakukan langkah antisipatif dengan menyalurkan BBM ke berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di atas rata-rata kebutuhan normal harian.
Bahkan, Pertamina telah menyalurkan BBM di atas rata-rata hingga 200 persen dari penyaluran normal harian untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan di lapangan.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan energi tetap tersedia dan kebutuhan masyarakat terpenuhi, khususnya di wilayah yang mengalami peningkatan konsumsi serta antrean kendaraan di SPBU.
Meskipun penyaluran BBM telah ditingkatkan secara signifikan, Pertamina mencermati masih adanya antrean di sejumlah SPBU. Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian bersama karena tambahan stok telah disalurkan melebihi kebutuhan normal harian.
Pertamina menilai antrean yang masih terjadi kemungkinan dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari pola konsumsi masyarakat, distribusi di lapangan, hingga potensi penyimpangan distribusi BBM.
Oleh karena itu, diperlukan peran aktif seluruh pemangku kepentingan untuk mengidentifikasi dan mengurai penyebab antrean secara komprehensif.
Pertamina juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta aparat penegak hukum guna memastikan distribusi BBM berjalan optimal, tepat sasaran, serta mencegah adanya penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menegaskan bahwa Pertamina berkomitmen menjaga keandalan pasokan energi bagi masyarakat di wilayah Sulawesi.
“Kami memastikan bahwa stok BBM di wilayah Sulawesi Selatan dan Barat dalam kondisi aman dan distribusi terus berjalan. Bahkan, kami telah menyalurkan BBM di atas rata-rata hingga 200 persen dari penyaluran normal harian untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan di lapangan,” ujar Lilik.
Ia menambahkan bahwa kondisi antrean yang masih terjadi memerlukan perhatian dan kolaborasi seluruh stakeholder agar dapat segera diurai.
“Dengan tambahan pasokan yang sudah dilakukan, kondisi antrean yang masih terjadi tentu menjadi perhatian serius dan perlu dicermati bersama. Kami mengajak seluruh stakeholder, baik pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum, untuk bersama-sama mengawal distribusi energi agar tetap tepat sasaran. Di sisi lain, kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak melakukan panic buying, serta menggunakan BBM secara bijak sesuai kebutuhan,” tambahnya.
Pertamina juga menegaskan akan terus meningkatkan pengawasan distribusi di lapangan serta mengantisipasi adanya oknum yang mencoba memanfaatkan situasi distribusi BBM saat ini.
Sebagai bentuk komitmen pelayanan kepada masyarakat, Pertamina membuka layanan pengaduan apabila terdapat keluhan terkait distribusi BBM maupun indikasi penyalahgunaan.
Masyarakat dapat menghubungi Call Center Pertamina di nomor 135 untuk mendapatkan informasi maupun menyampaikan laporan yang akan segera ditindaklanjuti.
Dengan sinergi seluruh pihak, Pertamina berharap distribusi energi kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal, antrean di SPBU dapat segera terurai, dan kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi dengan baik.












