INFOKINI.ID, GOWA– Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Tirta Jeneberang resmi menyerahkan dividen senilai Rp3.494.840.297 kepada Pemerintah Kabupaten Gowa, Jumat (10/4/2026). Angka ini cukup fantastis dari pendapatan tahun 2025 dari tahun buku 2024 yang hanya sekitar Rp700 juta. Angka ini menjadi setoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) tertinggi sepanjang sejarah berdirinya Perumda. Dividen tersebut merupakan bagian laba usaha tahun buku 2025 yang disisihkan untuk daerah, sesuai amanat Peraturan Daerah tentang pendirian Perumda.
Direktur Utama Perumda Tirta Jeneberang, Hasanuddin Kamal menyerahkan langsung deviden di Tahun 2026 itu kepada Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang. Hadir Sekdakab Gowa, Andy Azis Piter dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) serta jajaran pejabat teras PDAM Gowa, yaitu Direktur Umum Khaerul Aco, Direktur Teknik Irianto Razak dan Sekretaris Perusahaan, Abdul Malik.
“Ini adalah nilai angka tertinggi sejak Perumda Air Minum ini berdiri. Sesuai Perda, sekian puluh persen dari laba setelah pajak kami serahkan kepada pemerintah daerah selaku kuasa pemilik modal,” tegas Dirut PDAM, Hasanuddin Kamal yang juga menegaskan bahwa selain peningkatan pendapatan dan laba, PDAM juga tetap menjadikan pelayanan kepada masyarakat sebagai prioritas.
Dirut menegaskan, capaian dividen fantastis ini tidak menggeser marwah utama PDAM sebagai pelayan publik. “PDAM bukan cuma mencari PAD. Tugas pokok kami adalah bagaimana sebanyak mungkin masyarakat Gowa bisa dilayani dan mendapatkan akses air minum yang layak,” ujarnya.
Ia membeberkan, hingga April 2026, cakupan pelayanan Perumda Tirta Je’neberang baru menyentuh kurang dari 40 persen jumlah penduduk Gowa. Layanan itu pun baru menjangkau 12 dari 18 kecamatan yang ada.
“Artinya, ruang tumbuh kita masih sangat besar. Deviden Rp3,49 miliar ini kami hasilkan baru dari 40 persen warga. Kami optimis, seiring pertumbuhan cakupan pelayanan, kontribusi ke PAD tahun depan bisa lebih maksimal lagi,” tambah Dirut. Hasanuddin menyebutkan tahun 2026, ini ada target penambahan jumlah cakupan layanan hingga 4.000 pelanggan. “Sehingga kita berharap diakhir tahun 2026 ini, jumlah minimal pelanggan yang terlayani bisa mencapai sekitar 68 ribu. Itu juga tentu akan berimbas pada peningkatan pendapatan,” tambahnya.
Sementara itu, di kesempatan yang sama Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang, mengapresiasi kinerja jajaran Perumda. Menurutnya, dividen Rp3,49 M adalah indikator bahwa tata kelola BUMD sudah berada di jalur yang benar.
Bupati perempuan pertama di Gowa itu menambahkan, Pemkab akan terus mendukung ekspansi dan berharap PDAM juga terus berinovasi dengan pelayanan dan unit usaha lainnya. Sebab, perluasan cakupan seiring dengan penambahan pelanggan, tentu akan berdampak bagi PAD daerah yang ikut naik tanpa harus membebani masyarakat dengan tarif tinggi.
Deviden yang jumlahnya tak sedikit ini, diperoleh dan bukti dari kerja keras, dedikasi dan semangat tinggi untuk majukan Kabupaten Gowa. “Ini adalah pencapaian terbaik PDAM Gowa. Hal terpenting saat kita berbicara air adalah hal yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Air adalah urat nadi Kabupaten Gowa. Kita berbicara hak masyarakat yang menjaminkan kehidupan yang baik dan sejahtera kepada pemerintah daerah. PDAM bagian dari pemerintah yang harus bisa menjawab kebutuhan masyarakat di persoalan air. Angka deviden yang diserahkan kepada Pemda ini bagian dari komitmen yang selama ini kita lakukan. Ini bukti kinerja yang diserahkan kepada pemerintah dan akan dikembalikan kepada masyarakat,” jelas Husniah.
Husniah juga secara tegas mengingatkan, agar seluruh jajaran PDAM tak terlena dengan pencapaian angka ini. “Jangan terlena dengan angka ini. Pencapaian ini bisa berubah karena tuntutan masyarakat. Ini harus disikapi bersama, tentu dengan meningkatkan kualitas layanan. Buka akses untuk mendengar keluhan. Seimbangkan antara profit dan benefitnya. Keuntungan harus seimbang dengan fasilitas pelayanan. Berikan fasilitas pelayanan yang baik,” sebutnya.
Husniah juga menyinggung integritas tanpa kompromi dan transparansi. “Tahun depan harus lebih. Tingkatkan layanan, SDM dan produk, serta lakukan inovasi bidang usaha lainnya. “Saya berharap untuk berinovasi sehingga profit tidak hanya angka tetapi dalam bentuk kemajuan pelayanan, pasokan air, dan lainnya,” kuncinya.(*)















