INFOKINI.ID, JAKARTA– Tepat dua tahun perjalanan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sejak dilantik pada 2024 lalu, pemerintah membeberkan deretan capaian strategis di berbagai sektor prioritas. Rapor hijau pembangunan nasional tersebut dipaparkan langsung oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, Selasa (20/10/2026).
Melalui tayangan video bertajuk “2 Tahun Pertama Kerja Nyata untuk Negeri” yang diunggah akun resmi Sekretariat Presiden, Seskab Teddy menegaskan bahwa seluruh program prioritas yang dirancang pemerintah telah berjalan secara berkesinambungan dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat luas.
“Dalam dua tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, berbagai program prioritas dan pembangunan terus berjalan untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di seluruh penjuru negeri,” ujar Teddy.
Di sektor pangan, pemerintah mencatat sejarah baru dengan mengamankan cadangan pangan nasional sebesar 5,2 juta ton angka tertinggi yang pernah diraih. Selain itu, Indonesia berhasil mencatatkan swasembada pada delapan komoditas pangan utama.
Sementara di bidang energi, lompatan besar ditunjukkan melalui penerapan penuh bahan bakar biodiesel B50 (campuran 50 persen biodiesel dan 50 persen solar fosil). Pemerintah juga telah meresmikan pemancangan awal (groundbreaking) 26 proyek hilirisasi, termasuk proyek ekosistem baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) terbesar di kawasan Asia Tenggara. Di samping itu, bank emas nasional dilaporkan telah mengelola hingga 153 ton emas dengan estimasi nilai mencapai Rp 360 triliun.
Pada sektor pendidikan, pemerintah merealisasikan pembangunan 265 Sekolah Rakyat, merenovasi 30 ribu gedung sekolah, mendistribusikan 288.180 layar interaktif pembelajaran, serta berhasil mengembalikan 43 ribu anak jalanan ke bangku sekolah.
Tak hanya itu, kesejahteraan tenaga pendidik turut ditingkatkan melalui kenaikan insentif guru honorer sebesar 30 persen, serta kepastian alih status bagi 240 ribu guru PPPK paruh waktu menjadi PPPK penuh waktu tanpa tes mulai Januari 2027. Pada penguatan SDM, sebanyak 250 ribu peserta telah terserap dalam program magang nasional dengan kompensasi setara UMK.
Di bidang kesehatan, program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG) kini telah menjangkau 62 juta penerima manfaat. Capaian ini diperkuat dengan berdirinya 22 rumah sakit baru serta pemberian 108 juta layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi warga.
Dari kacamata ekonomi makro, dalam kurun waktu dua tahun, nilai investasi yang masuk ke Indonesia menembus angka Rp 3.923 triliun dan menyerap hingga 5.485.944 tenaga kerja.
Dalam penataan aset dan keuangan negara, pemerintah berhasil mengamankan kembali kekayaan negara bernilai lebih dari Rp 54,8 triliun serta melunasi utang obligasi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) sebesar Rp 218,3 triliun. Langkah efisiensi radikal juga ditempuh dengan menutup 2.900 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tidak produktif, yang mampu menghemat anggaran hingga Rp 50 triliun per tahun.
Sektor ekonomi kerakyatan juga tersentuh lewat pemangkasan bunga pinjaman program PNM Mekaar dari 25 persen menjadi 8 persen bagi 16 juta ibu-ibu pengusaha mikro, penetapan skema bagi hasil 92 persen untuk pengemudi ojek online (ojol), serta beroperasinya 10 ribu Koperasi Desa Merah Putih.
Adapun pilar infrastruktur diperkuat melalui pembangunan:
1.Lebih dari 9.000 kilometer jaringan irigasi dan 3.000 titik sumur bor baru.
2.3.500 jembatan serta 2.228 kilometer jalan daerah via Instruksi Presiden (Inpres).
3.400 ribu unit perbaikan rumah tak layak huni serta inisiasi pembangunan Kampung Haji.
4.100 Kampung Nelayan Merah Putih di pesisir Nusantara.
5.17 stadion olahraga modern yang telah disesuaikan dengan standar FIFA.
Mengakhiri pemaparannya, Seskab Teddy menegaskan bahwa capaian dua tahun ini menjadi pijakan awal untuk melangkah ke fase pembangunan berikutnya.
“Dua tahun pertama telah dilalui, kerja nyata dan pengabdian terus berlanjut untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur,” pungkasnya.(*)
















