INFOKINI.ID, MAKASSAR – Kalla Group telah meneken Momerandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman bersama Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI.
Kerja sama ini bertujuan untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berkompetensi bersama Balai Latihan Kerja (BLK) Makassar.
BLK Makassar memiliki 12 kejuruan. Namun, kejuruan yang berkaitan dengan SDM Kalla Group saat ini sebanyak 8 bidang, yakni Business & Manajemen, Teknik Informasi & Komunikasi, Teknik Refrigeration, Teknik Listrik, Pariwisata/Perhotelan, Teknik Otomotif, Teknik Pengelasan, dan Teknik Bangunan.
“Kita sudah mengetahui kejuruan yang in line dengan Kalla Group. Bersama Balai Latihan Kerja (BLK), kita akan membangun SDM yang unggul, memiliki kompetensi dan tersertifikasi. Tentunya itu semua bertujuan meningkatkan kinerja dan produktivitas dalam bekerja,” ucap Corporate People & Performance Kalla Group, Disa R. Novianty.
Kerja sama ini diteken oleh Dirjen Pembinaan Pelatihan & Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan RI, Budi Hartawan bersama Corporate People & Performance Kalla Group, Disa R. Novianty di Aula Syech Yusuf BLK Makassar, Jumat (19/3/2021).
Penandatanganan pun disaksikan langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah.
“Dalam waktu dekat, kita langsung melakukan pelatihan sertifikasi kejuruan Perhotelan, khususnya Restaurant Attendant dan Business & Manajemen, khususnya Pengelolaan Administrasi Perkantoran. Pada dasarnya, ini seperti kerja sama pelaksanaan pelatihan teknisi otomotif yang dilaksanakan di BLK Bantaeng. Hanya saja waktu pelaksanaannya. tidak sampai dua tahun. Di sini, akan dilakukan di industri dan waktunya lebih singkat sesuai jam pelatihan yang ditentukan,” jelas Disa.
Training and Talent Developement Department Head Kalla Group, Rusli, menambahkan, ke depan, ada tiga program utama yang akan dijalankan, yaitu skilling, upskilling dan reskilling. Pertama, program skilling, yaitu melakukan pelatihan terhadap calon pencari kerja hingga memiliki kompetensi dan bisa diserap langsung oleh industri.
Kemudian, upskilling, yaitu peningkatan skill yang dimiliki para karyawan. Sedangkan, reskilling, yaitu memberikan skill baru yang berbeda dengan skill yang karyawan miliki saat ini seiring dengan perkembangan teknologi dan industri.
Sementara itu, Kepala BLK Makassar, Fitroh Hanrahmawan mengatakan pihaknya akan terus meningkatkan sinergitas bersama industri. Upaya bersama ini dilakukan dalam rangka percepatan penanganan masalah ketenagakerjaan dan pemulihan ekonomi masyarakat.
“Pada kesempatan yang baik ini, Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas telah malaksanakan penadatanganan nota kesepahaman bersama PT Hadji Kalla (Holding). Kami berkomitmen untuk meningkatan kompetensi tenaga kerja melalui pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi,” ungkapnya.
















