INFOKINI.ID, MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar, Kartini mengatakan dari enam hari melaksanakan reses di beberapa titik Kecamatan Mariso, mayoritas keluhan warga sama yaitu soal bantuan sosial (bansos). Termasuk Data kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang tidak bisa digunakan warga akibat data ganda.
“Jadi memang itu, sering kita temukan ada NIK yang sama. Jadi harusnya dia yang dapat tapi lari ke yang lain,” ungkapnya kepada INFOKINI.ID, Minggu (25/4/2021).
Karena itu, pihaknya sengaja mendatangkan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Mariso untuk memberikan penjelasan detail kepada warga sekitar.
“Tadi TKSK sudah minta, bawa datanya ke Dinas Sosial untuk dicek datanya. Mana yang betul-betul memang layak untuk mendapat KIS,” jelasnya.
Legislator Partai Perindo ini menyayangkan adanya data ganda kepesertaan JKN-KIS. Apalagi program ini ditujukan untuk keluarga kurang mampu. Kartini tidak ingin program ini tidak tepat sasaran.
“Kalau begini kan harusnya mendapatkan pelayanan JKN-KIS tapi lari ke yang lain. Ini yang kita sayangkan,” ungkapnya.
Untuk itu, Ia berharap persoalan ini secepatnya dituntaskan Dinas Sosial (Dinsos) Makassar. Sehingga, tidak ada lagi orang yang berhak tapi tidak mendapat pelayanan.
“Kita minta datang langsung ke Dinas Sosial dan membawa kartu keluarga untuk dicek yang mana betul-betul layak,” terangnya.
Sementara itu, saat reses di Jalan Rajawali Lorong 13B, RT4/RW8, Kelurahan Panambungan, Kecamatan Mariso, salah seorang warga, Muhasita, menyebutkan keluhannya terkait ibunya dapat KIS, namun tidak diterbitkan oleh BPJS.
“Mama saya dia dapat KIS tapi tidak diterbitkan oleh BPJS. Katanya datanya ganda. Tapi saya cek di RT/RW tidak ada data yang sama. Mamakku juga tidak pernah dapat bantuan sama sekali,” keluhnya.
















