INFOKINI.ID, MAKASSAR – Jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulawesi Selatan dan beberapa pengurus DPC se-Sulsel memperingati malam Nuzulul Quran, Senin malam (3/5/2021).
Dalam kesempatan itu, Ketua DPD Demokrat Sulsel, Ni’matullah mengatakan, malam Nuzulul Quran menjadi momentum bagi semua untuk kembali ke dasar.
“Kembali ke basic. Alquran yang menjadi pedoman hidup, baik hubungan vertikal kepada Sang Pencipta maupun hubungan horizontal ke sesama manusia,” ujar Ni’matullah.
Dikatakan Wakil Ketua DPRD Sulsel ini, selama ini ada kecenderungan hanya memikirkan diri sendiri dan tidak ada lagi yang memikirkan rakyat. Padahal, yang terpenting adalah bisa bermanfaat bagi sesama.
“Kita di Partai Demokrat pernah menjadi pemenang. Kita pernah mendudukkan kader terbaik sebagai presiden dan kesempatan itu memang dimanfaatkan untuk mengurus rakyat,” terangnya.
Pria yang akrab disapa Ullah ini menuturkan bahwa, sehubungan dengan itu, maka Nuzulul Quran ini juga penting untuk menjalin silaturahmi.
“Ibarat tali, itu penting untuk terus dirajut agar bisa diikat. Dengan demikian, kita bisa menjadi lebih kuat dan solid,” papar Ullah.
Untuk itu, dirinya mengingatkan untuk berhenti berambisi, kembali lah untuk memikirkan rakyat. Apalagi di tengah situasi yang serba sulit ini.
“Jangan hanya berpikir jabatan. Saya mau jadi Ketua DPRD. Setelah itu apa? Mau merampok lagi? Jangan-jangan kita hanya memikirkan diri sendiri,” terangnya.
“Ini penting saya ingatkan kepada kita semua, bahwa ada rakyat yang harus diurus, harus dipikirkan. Bukan hanya memikirkan diri sendiri,” tambah Ullah.
Sementara itu, Ustad Andi Erwin Baharuddin dalam penyampaikan hikmah Nuzulul Quran menegaskan bahwa, Quran memang menjadi sumber pedoman hidup bagi ummat manusia.
“Ada 75 persen isi Alquran mengatur soal hubungan sesama manusia. Hanya sedikit yang mengatur hubungan ibadah secara vertikal,” jelas Ustad Andi Erwin.
Oleh karena itu, Ramadan ini utamanya 10 malam terakhir adalah saatnya untuk mengejar keutamaan Ramadan.
“Jadi, utamakan kesalehan sosial, karena sesungguhnya yang paling baik adalah yang bermanfaat bagi sesama,” pungkasnya.
















