APT Reses di Kaluku Bodoa, Warga Minta Bantuan Sarana dan Prasaran Masjid

Anggota DPRD Sulsel, Andre Prasetyo Tanta, saat serap aspirasi warga, Senin (9/5/2021).

INFOKINI.ID, MAKASSAR – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan Andre Prasetyo Tanta (APT) kembali menemui konstituennya dan sekaligus menyerap aspirasi warga di Jalan Butta Butta Caddi, Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Makassar, Kamis (6/5/2021).

Dalam kesempatan itu, APT mengungkapkan bahwa reses atau temu konstituen ini adalah agenda wajib yang dilaksanakan oleh anggota DPRD Sulsel.

“Tujuan dari reses ini untuk mendengar langsung apa yang menjadi keinginan dan harapan warga kepada pemerintah,” kata legislator Fraksi NasDem Sulsel ini.

Ia juga menyampaikan bahwa, Kelurahan Kaluku Bodoa adalah salah satu kelurahan terpadat di Kecamtan Tallo.

Jumlah penduduknya pada tahun 2019 tercatat 22.753 jiwa yang terdiri atas 11.359 jiwa laki-laki dan 11.394 jiwa perempuan. Dan pasti di tahun 2021 ini semakin bertambah.

“Kami imbau kepada warga untuk mendukung program atau kebijakan pemerintah dan displin dalam hal protokoler kesehatan Covid-19,” jelasnya.

Salah satu Ketua RT, Kaluku Bodoa, Sangkala menyampaikan terima Kasih kepada APT karena Kelurahan Kaluku Bodo dijadikan tempat reses di Tallo.

Pada reses itu, Ia juga menyampaikan bahwa dirinya sudah 30 tahun jadi ketua RT dan mengaku sangat perihatin dengan kondisi masjid yang ada di daerahnya.

“Jadi kami mohon kepada Bapak agar bisa diberikan bantuan sarana dan prasarana melalui pemerintah provinsi,” ungkap Sangkala.

Sementara itu, salah seorang tokoh perempuan, Raodah mengungkapakn bahwa, selama masa pandemi covdi-19 banyak teman-temanya terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

“Jadi kami mohon kepada bapak APT agar memberikan bantuan pelatihan keterampilan agar mereka bisa mandiri dan tidak bergantung pada lowongan-lowongan kerja,” beber Raodah.

Menanggapi keluhan warga, APT mengatakan bahwa tahun lalu pihaknya sudah memperjuangkan program-program, baik bantuan sarana dan prasarana maupun bantuan keterampilan (pemberdayaan) masyarakat.

“Tapi karena covid banyak anggaran direcofusing dan dialihkan ke penanganan Covid-19. Jadi kami minta kepada warga displin prokes supaya covid-19 bisa kita atasi dan ekonomi kembali pulih. Dengan begitu bantuan kepada mayarakat bisa normal kembali,” tutup APT.

Penulis: Muh. Saddam/A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *