INFOKINI-ID, MAKASSAR – Sekolah Putri Darul Istiqamah (SPIDI) menggelar pentas dakwah dan seni di Auditorium Darul Istiqamah pada hari ini, Sabtu (30/10/2021).
Pentas dakwah dan seni yang disebut juga dengan Muhadharah Sanawy (Mudas) ini adalah program tahunan yang dilaksanakan oleh SPIDI.
Ada berbagai penampilan yang dipersembahkan para siswi, mulai dari dakwah dengan tiga bahasa, musikalisasi puisi, drama musikal, pemilihan Muslimah Figure dan penampilan keren lainnya.
Ketua Panitia Mudas 2021, Andi Rezki Dwi Putin mengungkapkan bahwa konsep Mudas tahun ini bertemakan “Pejuang Revolusi Membawa Dunia Menuju Islam”.
Menurut Andi Rezki, konsep yang pihaknya ambil terinspirasi dari makna angkatannya sendiri yakni Revomidensive.

“Angkatan kami sendiri ingin menjadikan ajang Mudas kali ini sebagai persiapan bagi santri dalam menghadapi dunia luar,” ujarnya.
Olehnya itu, dirinya berharap agar adik-adik kelasnya dapat menyebarkan ilmu-ilmu mereka dengan cara yang unik.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh siswi maupun guru-guru yang telah berpartisipasi dalam mensukseskan acara Mudas kali ini.
“Saya sangat bahagia dan terharu atas kesuksesan mudhas kali ini, saya berharap Mudas ini benar-benar dapat memberikan hidayah kepada kita semua dan memberikan ilmu-ilmu yang bermanfaat hari ini besok dan seterusnya,” terang Rezki.
Selain itu, dari kegiatan ini diharapkan agar setiap pesan dari Mudas kali ini benar-benar dapat tersampaikan kepada semua peserta, hadirin, dan penonton.
Di tempat yang sama salah satu siswi SPIDI, Rifqah Masrura Budiman mengungkapkan bahwa, pentas dakwah ini sangat bagus dan berkesan.
“Senang sekali bisa tampil dan melihat penampilan dari teman-teman yang lain, kita bisa dapat banyak pelajaran dari penampilan-penampilan hari ini,” ujar Rifqah.
Dalam kegiatan Mudas 2021 kali ini, salah satu penampilan yang sangat memukau dan memberi kesan untuk para penonton adalah pementasan Drama Musikal ‘Safe Palestine’.
Bahkan salah seorang penonton mengatakan bahwa, penampilan drama musikal ini luar biasa. Karena membuat penonton tergetar bahkan meneteskan air mata melihat penampilan dari siswi kelas XI.
“Mereka membawakan drama musikal tentang kondisi Palestina yang diserang oleh Israel, pesannya sangat sampai,” bebernya.
















