INFOKINI.ID, MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memindahkan sebanyak 130 pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dari Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Rakyat, Rabu, 30 Desember 2025.
Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan jiwa sekaligus menciptakan lingkungan perawatan yang lebih layak dan kondusif bagi pasien.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. dr. Evi Mustikawati Arifin, Sp.KK., M.Kes., mengatakan, pasien yang dipindahkan sebanyak 130 orang, terdapat 27 perempuan.
Seluruh proses pemindahan dilakukan secara gotong royong bersama jajaran rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Sulsel.
“Alhamdulillah hari ini kita telah memindahkan pasien ODGJ sebanyak 130 orang ke Rumah Sakit Sayang Rakyat. Diharapkan di tempat ini pelayanannya jauh lebih baik karena gedung dan prasarannya relatif baru,” ujar Evi.
Ia menegaskan, Dinas Kesehatan Sulsel juga telah menyiapkan dukungan sumber daya manusia untuk memastikan pelayanan tetap optimal. 30 SDM disiagakan untuk membantu RSUD Sayang Rakyat dalam penanganan dan pelayanan pasien ODGJ.
“Kami dari Dinas Kesehatan sudah menyiapkan SDM untuk membantu Rumah Sakit Sayang Rakyat dalam penanganan pasien ODGJ ini,” kata Evi.
Dalam proses pemindahan tersebut, direktur rumah sakit milik Pemprov Sulsel turut hadir mendampingi pasien menuju lokasi perawatan yang baru. Evi berharap, RSUD Sayang Rakyat dapat menjadi rumah baru yang lebih nyaman bagi para pasien.
Menjelang pasien memasuki gedung perawatan, Evi juga menyampaikan harapan agar suasana baru ini membawa semangat pemulihan yang lebih baik.
“Mari kita antar mereka masuk ke rumah baru mereka, suasana baru. Semoga tahun baru ini jauh lebih baik dari yang sebelumnya,” tuturnya.
Direktur RSUD Sayang Rakyat, drg. Hj. Sukreni Abdullah, M.Kes., menyambut baik pemindahan tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman serta jajaran terkait.
“Terima kasih kepada Bapak Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan. Demikian juga Ibu Kepala Dinas Kesehatan, dan Direktur Rumah Sakit Dadi beserta seluruh Direktur Rumah Sakit Pemprov yang telah bersama-sama mengantarkan perpindahan pasien ODGJ ke Rumah Sakit Sayang Rakyat,” kata Sukreni.
Ia menegaskan, RSUD Sayang Rakyat siap memaksimalkan pelayanan kesehatan jiwa bagi seluruh pasien yang dipindahkan.
“Pelayanan yang ada di rumah sakit ini akan membantu memaksimalkan semua pelayanan terkait masalah ODGJ. Selamat datang di Rumah Kesehatan Rakyat, semoga di tempat yang baru ini semua mendapatkan ketenangan dan kesembuhan seperti yang kita harapkan,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSKD Dadi, dr. Arman Bausat, menjelaskan bahwa pemindahan pasien juga didasari kondisi RSKD Dadi yang berada di pusat kota dan sudah cukup padat.
“RSKD Dadi sudah crowded di pusat kota. Ada pasien ODGJ yang sebenarnya sudah layak pulang, tetapi tidak ada keluarga yang menjemput dan tidak ada panti. Kadang-kadang mereka berkeliaran di kota,” jelas Arman.
Menurutnya, pemindahan ke lokasi yang lebih tenang diharapkan dapat mengurangi keluhan masyarakat sekaligus memberikan lingkungan rehabilitasi yang lebih mendukung bagi pasien.
Selain itu, pemindahan ini juga sejalan dengan rencana pengembangan RSKD Dadi menjadi rumah sakit umum. Adapun RSUD Sayang Rakyat ke depan diproyeksikan sebagai rumah sakit umum dengan layanan unggulan kesehatan jiwa.
“Lahan di Rumah Sakit Sayang Rakyat cukup luas. Pasien bisa bersosialisasi, bahkan melakukan aktivitas berkebun atau bercocok tanam di lingkungan rumah sakit,” kata Arman.
Adapun kegiatan berkebun atau bercocok tanam merupakan bagian dari terapi okupasi dan rehabilitasi psikososial yang telah diterapkan di sejumlah rumah sakit jiwa di Indonesia. Terapi ini dirancang untuk melatih kemandirian, meningkatkan kesadaran sosial, serta membekali pasien dengan keterampilan yang dapat digunakan setelah kembali ke masyarakat. (*)
















