Jaga Kebersihan Pesisir, Lurah Kodingareng Optimistis Potensi Wisata Pantai

Pemerintah Kelurahan Kodingareng terus menjaga kebersihan pesisir pantai dengan membersihkan semua sampah yang ada di wilayah tersebut. ()

INFOKINI.ID, MAKASSAR – Pemerintah Kelurahan Kodingareng tidak main-main dalam menjaga kebersihan lingkungan di wilayahnya. Seluruh petugas kebersihan diprioritaskan untuk selalu menjaga kebersihan dengan menangani sampah di area pesisir pantai.

“Kebersihan pesisir pantai memiliki dampak yang lebih luas, baik dari sisi lingkungan maupun potensi wisata, dibandingkan hanya berfokus pada lorong-lorong,” kata Lurah Kodingareng, Sachrir.

Sebelum dilakukan pembersihan sampah, Pemerintah Kelurahan Kodingareng menggelar rapat bersama petugas kebersihan. Rapat yang dipimpin langsung oleh Lurah Kodingareng ini sebagai bagian dari evaluasi penanganan masalah persampahan di wilayah pulau, Jumat (27/3/2026) lalu.

Dalam rapat tersebut terungkap bahwa jumlah petugas kebersihan yang tersedia saat ini masih terbatas, yakni hanya 10 orang yang terdiri dari 8 tenaga P3K paruh waktu dan 2 orang PJLP kebersihan. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kebersihan lingkungan di Pulau Kodingareng.

Lurah Kodingareng langsung mengambil kebijakan strategis yang mulai diberlakukan pada Sabtu, 28 Maret 2026, dengan mengarahkan seluruh petugas kebersihan untuk memprioritaskan penanganan sampah di area pesisir pantai.

Menurut Lurah Kodingareng Sachrir, kebijakan ini juga dimaksudkan sebagai upaya edukasi kepada masyarakat agar turut berbagi tanggung jawab dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Pemerintah kelurahan menekankan bahwa kebersihan bukan hanya tugas petugas, melainkan tanggung jawab bersama seluruh warga.

Sejalan dengan itu, pada hari yang sama juga telah dilaksanakan musyawarah kelurahan terkait pembentukan Badan Usaha Milik Kelurahan (BUMKEL). Kehadiran BUMKEL diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam pengelolaan sampah secara mandiri di Pulau Kodingareng.

Lurah Kodingareng menyampaikan optimismenya bahwa ke depan pengelolaan sampah dapat dilakukan secara mandiri tanpa harus membebani anggaran Pemerintah Kota Makassar.

Selain fokus pada kebersihan, Lurah Kodingareng juga melihat potensi besar sektor pariwisata di pulau tersebut, khususnya keberadaan pantai pasir putih yang membentang dari selatan ke utara.

“Potensi ini dapat menjadi sumber Pendapatan Asli Kelurahan (PAK) jika dikelola secara optimal melalui BUMKEL,” kata Sachrir.

Dalam upaya mendukung pengembangan tersebut, Lurah Kodingareng berencana melakukan koordinasi dengan SKPD di Pemerintah Kota Makassar, seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pariwisata, Dinas Pekerjaan Umum, serta instansi terkait lainnya untuk mendorong normalisasi kawasan pantai, penataan lingkungan, serta pembangunan tanggul guna mencegah abrasi.

Selain itu, pembangunan fasilitas pendukung seperti gazebo dan kamar mandi yang representatif juga menjadi bagian dari rencana pengembangan kawasan wisata.

“Jika penataan dilakukan secara serius dan didukung dengan pembangunan infrastruktur yang memadai, bukan tidak mungkin Pulau Kodingareng akan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kota Makassar,” ujar Sachrir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *