Kasus Bilqis Jadi Perhatian Serius Pemprov, Soroti Pentingnya Pengawasan Anak di Ruang Publik

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi.

INFOKINI.ID, MAKASSAR – Kasus Bilqis bocah berusia tiga tahun yang sempat hilang di kawasan Taman Pakui Sayang, Makassar, pada Minggu (2/11/2025), mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan. Meski Bilqis telah berhasil ditemukan dalam keadaan selamat, peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap anak-anak di ruang publik.

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi menegaskan pentingnya kesadaran bersama untuk mencegah kasus serupa terjadi kembali.

“Kita lihat Alhamdulillah anaknya selamat tanpa ada intimidasi, tanpa ada kekerasan. Tapi tentu kita harus lebih aware lagi agar kejadian ini tidak terulang dua kali,” kata Fatmawati usai menghadiri upacara Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan, Senin (10/11/2025).

Wagub Sulsel juga menyoroti pentingnya sistem keamanan di ruang publik seperti taman kota dan area bermain anak.

“Di tempat-tempat publik sebenarnya sudah ada CCTV, ada WiFi, ini untuk memudahkan pemantauan. Kenapa disiapkan itu? Supaya bisa membantu memantau situasi. Ke depan mungkin di tempat-tempat umum harus ada minimal security ataupun Satpol PP,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, jajaran tim Jatanras Polrestabes Makassar berhasil mengungkap serta memulangkan Bilqis, bocah berusia empat tahun yang sempat dilaporkan hilang dan diduga menjadi korban penculikan.

Berkat kecepatan dan ketelitian tim Jatanras, Bilqis akhirnya berhasil ditemukan dan dipulangkan ke Makassar, dalam keadaan selamat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A) Sulsel, Andi Mirna, menekankan pentingnya peran orang tua dalam pengawasan anak.

“Orang tua itu harus betul-betul mengawasi anaknya, dan jangan sembarang orang yang dia ikuti. Jadi inilah yang kami di Dinas DP3A selalu lakukan, edukasi dan sosialisasi lewat Puspaga,” ujarnya.

Mirna menjelaskan, DP3A memiliki dua unit layanan utama Puspaga yang berfokus pada pencegahan, dan UPT Perlindungan Perempuan dan Anak untuk penanganan kasus.

Saat ini, tim UPT tengah mendampingi Bilqis dan akan menurunkan tim psikolog klinis untuk melakukan asesmen terhadap kondisi psikologis anak.

“Walaupun kelihatannya tidak ada apa-apa, tapi pasti ada traumanya. Ini yang harus kita tangani bersama, karena di usia seperti itu memori anak masih kuat dan bisa terbawa sampai dewasa nanti,” lanjutnya.

Mirna mengatakan bahwa pemerintah bersama PKK Provinsi Sulsel telah aktif melakukan edukasi sejak tingkat PAUD untuk mencegah berbagai bentuk kekerasan terhadap anak, termasuk tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

“Edukasi bukan hanya kepada anak-anak, tapi juga kepada orang tua, terutama ibu-ibu. Karena sekarang ini kita tidak tahu, banyak orang di sekitar yang mungkin punya niat tersembunyi. Jadi tetap harus waspada,” jelasnya.

Ia pun menegaskan pentingnya pemasangan CCTV di seluruh area publik sebagai bentuk pengawasan tambahan.

“Harus ada semua. Coba kalau tidak ada CCTV di sekitar situ, mungkin kita tidak tahu anak ini ke mana. Tapi untungnya ada CCTV warga, sehingga bisa membantu proses pencarian,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *