INFOKINI.ID, MAKASSAR – Curah hujan yang tinggi dan angin kencang di wilayah Kota Makassar, membuat genangan di sejumlah titik dan juga pohon tumbang, Minggu (11/1/2026).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mencatat sejumlah kejadian bencana hidrometeorologi akibat angin kencang dan curah hujan tinggi tersebut.
Tercatat, ratusan warga Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, terpaksa mengungsi setelah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan genangan di wilayah tersebut hingga Minggu malam.
Sebanyak 86 kepala keluarga atau 319 jiwa mengungsi di empat titik pengungsian.
“Curah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan genangan dan dampak lanjutan di Kecamatan Biringkanaya, sehingga sebagian warga harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman,” kata Kepala BPBD Makassar, Dr Fadli Tahar, Senin (12/1/2026).
Berdasarkan data BPBD Makassar hingga 11 Januari 2026 pukul 23.41 Wita tercatat, warga mengungsi di Kantor Lurah Katimbang sebanyak 17 KK atau 61 jiwa, terdiri dari 22 laki-laki dewasa, 20 perempuan dewasa, 10 anak-anak, 7 balita, serta dua ibu hamil.
Di SD Paccerakkang tercatat 55 KK atau 201 jiwa mengungsi, dengan rincian 53 laki-laki dewasa, 68 perempuan dewasa, 54 anak-anak, 18 balita, 3 lansia perempuan, serta 5 bayi.
Sementara di Masjid Nurul Ikhlas Kodam 3, terdapat 4 KK atau 18 jiwa pengungsi, serta di Masjid Lailatul Qadar Blok AF, tercatat 10 KK atau 39 jiwa, termasuk satu ibu hamil dan satu lansia perempuan.
Untuk menangani para pengungsi, Fadli Tahar mengatakan pihaknya bersinergi dengan Dinas Sosial untuk pemenuhan kebutuhan dasar dan logistik. Seperti, perlengkapan bayi (baby kit), selimut dan sarung.
Sedangkan Dinas Kesehatan memberikan layanan kesehatan serta pemantauan kondisi pengungsi. Sementara Damkarmat, Dinas PU, DLH, TNI/Polri, dan pemerintah wilayah setempat turut mendukung pengamanan dan pengendalian lingkungan pengungsian.
Pohon Tumbang di Sejumlah Titik
Tak hanya itu, angin kencang terjadi di 29 titik lokasi dan menyebabkan pohon tumbang di sejumlah ruas jalan serta kawasan permukiman warga.
Akibatnya, satu unit rumah dilaporkan terdampak akibat peristiwa tersebut. “Tidak ada laporan korban jiwa akibat kejadian angin kencang,” ujarnya.
Hingga kini, pihaknya terus melakukan pemantauan lapangan, meningkatkan kesiapsiagaan personel, dan memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan terpadu.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, menghindari area rawan pohon tumbang dan genangan, serta segera melaporkan kejadian darurat melalui kanal resmi BPBD Kota Makassar.
















