INFOKINI.ID, GOWA – Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang menerima kunjungan kerja Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Benjamin Paulus Octavianus di Desa Siaga TB, Desa Bone, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Selasa (13/1/2026).
Dalam sambutannya, Bupati Husniah menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya atas perhatian pemerintah pusat terhadap Kabupaten Gowa, khususnya dalam penanganan penyakit Tuberculosis (TBC).
“Selamat datang di Kabupaten Gowa. Ini merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah pusat kepada daerah, khususnya dalam penanganan TBC,” ucap orang nomor satu di Gowa ini.
Ia mengungkapkan, Indonesia saat ini berada pada urutan kedua dunia dengan jumlah pasien TBC terbanyak. Dimana khusus Kabupaten Gowa pada 2025 tercatat sebanyak 2.015 kasus TBC.
Kendati demikian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa berkomitmen kuat untuk mengentaskan TBC melalui penguatan layanan kesehatan dan dukungan bagi para kader.
“Kami bertekad mengentaskan TBC di Gowa. Kami berharap dukungan infrastruktur dan alat pendukung bagi kader agar upaya eliminasi TBC dapat terwujud,” jelasnya.
Husniah mengaku, peran penting para kader kesehatan yang tersebar di 18 kecamatan sangat berdampak dalam penanganan kasus TBC, sehingga ia berharap, komitmen ini terus dilakukan hingga TBC di Kabupaten Gowa segera mampu ditekan.
“Mari kita berkomitmen bersama dalam menekan dan mencegah TBC di Gowa, sehingga daerah kita bisa bebas dari penyakit ini. Kami sangat bersyukur mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat,” katanya.
Selain itu, Bupati Gowa membeberkan, Pemkab Gowa memiliki Program One Day One District atau Sehari di kecamatan, yang salah satu agendanya adalah pemeriksaan kesehatan gratis bekerja sama dengan Dinas Kesehatan.
Sehingga program ini dipercaya mampu menjadi bagian dalam melakukan penyasaran terhadap kasus seperti ini maupun program lain yang mencakup sektor pendidikan, pertanian, koperasi, dan lainnya yang dilaksanakan secara rutin dua kali dalam sebulan.
Sementara, Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus, menjelaskan, penanganan TBC merupakan salah satu program prioritas nasional yang mendapat perhatian langsung Presiden Republik Indonesia.
“Negara kita memiliki delapan program prioritas yang dipantau langsung oleh Presiden, salah satunya penanganan stunting melalui MBG (Makan Bergizi Gratis), serta eliminasi TBC,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan menyalurkan alat rontgen ke Kabupaten Gowa guna mendukung deteksi dini TBC dan penyakit lainnya. Dari total 2.015 kasus TBC yang terdiagnosis pada 2025, para kader diharapkan dapat melakukan penjangkauan pasien secara 100 persen.
“Begitu peralatan dikirim, segera lakukan pemetaan penggunaan rontgen. Tidak hanya untuk TBC, tetapi juga mendeteksi penyakit lain. Pemeriksaan juga harus mencakup keluarga pasien, karena TBC adalah penyakit menular,” tegasnya.
Wamenkes menambahkan, penanganan TBC dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor dengan Kementerian Dalam Negeri, serta dukungan TNI dan Polri, sebagaimana keberhasilan penanganan Covid-19 sebelumnya.
“Kami hadir untuk melakukan sosialisasi program. Peralatan akan masuk secara bertahap, sebagian bahkan sudah bisa masuk besok, dan ditargetkan lengkap hingga Juni. Program TBC ini memiliki anggaran yang harus dimanfaatkan secara maksimal dan tepat sasaran,” pungkasnya.
Turut hadir pada penerimaan kunjungan Wakil Menteri Kesehatan RI, yakni Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel Evi Mustikawati Arifin, Kadis Kesehatan Kabupaten Gowa Haris Usman, Dirut RSUD Syekh Yusuf Gaffar serta Tim Percepatan Penanggulangan TBC Provinsi dan Kabupaten/Kota Se-Sulsel. (*)
















