Hadir di Makassar, Ini Pesan Menag untuk Santri: Jangan Lalaikan Ibadah Sunnah

Menteri Agama Nasaruddin Umar saat menghadiri Milad ke-20 PPMI Sholawatul Is'ad di Makassar, Senin (9/2/2026). (dok. kemenag)

INFOKINI.ID, MAKASSAR – Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, memberi pesan khusus kepada para santri. Meski santri telah merambah berbagai lini profesi strategis, Menag minta pondasi ibadah dan kedekatan dengan Tuhan harus tetap menjadi identitas utama.

Pesan ini ditegaskan Menag saat memberi sambutan pada Milad ke-20 Pondok Pesantren Madinatunnajah Is’ad (PPMI) Sholawatul Is’ad di Makassar.

Menag mengaku bangga melihat perkembangan santri yang kini telah mengisi kelas menengah atas, mulai dari jenderal, duta besar, hingga akademisi hebat.

Namun, Menag mengingatkan agar kesuksesan duniawi tidak menggerus kebiasaan ibadah yang telah dibentuk di pesantren.

“Saya mohon anak-anak, di manapun kalian berada, (jaga) kepribadian santrinya. Jangan meninggalkan ibadah sunat,” pesan Menag Nasaruddin Umar, Senin (9/2/2026).

Menag mengajak para santri dan alumni menempatkan ibadah sunnah seperti salat malam dan puasa sebagai prioritas, bukan sekadar pelengkap. Menurutnya, spiritualitas yang kuat adalah kunci bagi seorang pemimpin untuk mendapatkan bimbingan Ilahi dalam setiap langkahnya.

“Jangan melalaikan ibadah sunat, apakah itu salat, apakah itu puasa, apakah itu ibadah-ibadah lain. Jadikan sunat itu sebagai wajib, jadikan makruh itu sebagai haram. Jadikan sunat itu wajib, insya Allah tidak perlu berdoa, Tuhan sudah tahu apa yang Anda inginkan,” tegas Menag.

Menag menambahkan bahwa santri harus naik kelas, bukan hanya sekadar mengumpulkan pengetahuan (to have), tetapi menjadi pribadi yang menyatu dengan ilmu itu sendiri (to be).

“Tetap selama kalian lengket dengan Tuhan, go ahead, the road you can go anywhere,” tambahnya.

Selain aspek spiritual, Menag juga menyoroti pentingnya solidaritas dan persatuan di antara alumni pesantren.

Menag berpesan agar alumni tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan membangun jejaring yang kuat untuk kemaslahatan bersama.

“Ananda para santri jangan jalan sendiri-sendiri, jangan main sendiri-sendiri. Persatuan itu akan melahirkan kekuatan. Di mana ada sinergi, di situ ada energi,” pungkas Menag menutup sambutannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *