INFOKINI.ID, GOWA– Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang dan Darmawangsyah Muin membuat gebrakan tersendiri, khususnya dalam peningkatan angka Pendapatan Asli Daerah (PAD). Setahun masa kepemimpinan, laju pertumbuhan investasi, pengelolaan sektor wisata dan UMKM, diwujudkan sebagai motor penggerak dalam merealisasikan Kabupaten Gowa yang maju dengan masyarakatnya yang sejahtera. Hal ini diakui Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, saat menggelar buka puasa bersama insan media, influencer, dan penggiat media sosial lainnya, Sabtu (28/2/2026) di Baruga Tinggimae Rumah Jabatan Bupati Gowa.
Ketiga langkah untuk peningkatan PAD ini disebutkan Husniah akan memberikan manfaat bagi Gowa, tak hanya nama tetapi juga pendapatan yang luar biasa. Pariwisata dengan potensi lokal, seperti Malino dan sejumlah tempat wisata lainnya. Letak geografis Kabupaten Gowa yang berbatasan dengan Makassar sebagai ibukota Sulsel, menjadi keunggulan dan “jualan” bagi sektor pariwisata di Gowa. Demikian juga dengan terbukanya kran investasi, memberikan dampak pada peningkatan Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) yang akan berkontribusi pada peningkatan PAD.
“Saya membuka ruang seluas-luasnya bagi para investor yang ingin masuk ke Kabupaten Gowa. Saya tahu bahwa ini akan mendapatkan banyak tantangan dan rintangan dari pihak-pihak yang saya rasa belum memahami maksud dari kebijakan ini. Saya berharap ini tidak menjadi polemik yang tidak berkesudahan. Karena pemerintah yakin bahwa strategi ini akan memberikan dampak positif bagi peningkatan ekonomi masyarakat dan PAD Kabupaten Gowa,” ujar Husniah.
Terhadap investasi seperti retail, Husniah secara tegas menekankan bahwa ada sejumlah persyaratan dan perjanjian, yang harus disepakati oleh investor yang ingin masuk ke Kabupaten Gowa. “Tegas saya tekankan, mereka hanya boleh masuk dengan perjanjian dan syarat yang sudah kita tetapkan. Pertama adalah harus menyewa aset daerah sebagai bagian penting dari PAD. Selanjutnya adalah, syarat bahwa tenaga kerja harus berasal dari Gowa, sehingga akan mengurangi angka pengangguran. Selain itu juga adanya perjanjian pada usaha retail tersebut harus ada gerai UMKM. Kita berharap dengan begitu maka UMKM kita bisa berkembang,” tegas Husniah dalam sesi perbincangan sebelum buka puasa.
Di sektor pariwisata, Husniah menyebut bahwa pariwisata Gowa menjadi daya tarik wisatawan untuk ke Sulsel. “Kita bisa berbicara Toraja, Bulukumba dan daerah lain. Tetapi Gowa adalah kabupaten yang terdekat dari Makassar, dan menjadi destinasi wisata terdekat serta menarik untuk menikmati Sulsel. Kita bisa lihat Gowa dengan Malinonya saat ini. Jika tidak ada investasi, maka tentu tidak akan menarik seperti saat ini. Saya justru ke depan berharap, di Malino akan hadir sejumlah kuliner lain yang akan membuat masyarakat semakin bisa dan puas menikmati wisata,” ujar Bupati Gowa perempuan pertama ini.
Di kesempatan itu Husniah juga menyebutkan bahwa tahun 2026, event pariwisata yang rutin digelar Kabupaten Gowa, Beautiful Malino, telah masuk dalam Kalender Event Nusantara (KEN). “Alhamdulillah tahun 2026 ini, Beautiful Malino telah masuk KEN. Ini menjadi kebanggan tersendiri. Untuk event ini, di tahun pertama kepemimpinan Hati Damai, kita menjadikannya sebagai challenge. Kita tambah jangka waktu pelaksanaannya menjadi lima hari. Harapan kita, itu akan berdampak pada angka kunjungan dan jumlah pendapatan masyarakat dan peningkatan PAD. Alhamdulillah dari 10 ribu kunjungan meningkat menjadi 110 ribu pengunjung. Artinya dengan lima hari pelaksanaannya, pemda dan masyarakat mendapatkan poin positif, pada ekonomi masyarakat dan UMKM. Potensi pariwisata Gowa sangat banyak yang harus kita sampaikan diluaran. Disinilah peran penting media dan penggiat media sosial. Ayo sama-sama kita sampaikan pesona Kabupaten Gowa,” kunci Husniah.(*)















