DPP CABM Sampaikan Keprihatinan Atas Peristiwa yang Dialami Capt Miswar Paturusi

Ketum DPP CABM Capt.Agus Salim,SM,MMTr,M.Mar. (foto:ist)

INFOKINI.ID, JAKARTA– Dewan Pimpinan Pusat Corpus Alumni Bumi Seram Makassar (DPP CABM) menyampaikan keprihatinan atas peristiwa yang menimpa salah seorang alumni angkatan 15, Capt. Miswar Paturusi, saat menjalankan tugas profesionalnya sebagai nahkoda kapal ASD Tuh Mussafah 2. Peristiwa naas terjadi di Perairan Oman, Timur Tengah.

Pernyataan keprihatinan ini disampaikan Capt. Agus Salim selaku Ketua Umum DPP CABM, dalam rilisnya, Senin (9/3/2026). Capt Agus mengatakan, sejak menerima laporan awal terkait peristiwa dimaksud, DPP CABM telah dan terus menjalin komunikasi serta koordinasi secara intensif dengan pihak keluarga, rekan kerja di perusahaan tempat Capt Miswar bertugas, serta instansi Pemerintah Republik Indonesia yang berwenang dalam hal perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri.

DPP CABM saat ini juga secara aktif memantau perkembangan proses penanganan peristiwa tersebut. “Kami berkomitmen untuk memberikan dukungan moral dan pendampingan yang diperlukan kepada keluarga Capt. Miswar Paturusi. Koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan terus dilakukan guna memastikan seluruh proses penanganan berjalan secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan serta proses hukum yang berlaku, baik di tingkat nasional maupun internasional,” jabar Capt. Agus Salim.

Ditambahkannya, menyikapi tingginya perhatian publik terhadap peristiwa ini, DPP CABM juga mengimbau kepada seluruh pihak, khususnya media dan masyarakat, untuk senantiasa mengedepankan asas praduga tak bersalah, dan menahan diri dari menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya serta tidak berimbang. “Kami meminta agar publik menunggu informasi resmi yang akan disampaikan oleh pihak keluarga yang berduka, perusahaan terkait, dan otoritas yang berwenang,” jelasnya.

DPP CABM juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah memberikan perhatian, dukungan moril, dan doa bagi keselamatan serta ketabahan keluarga Capt. Miswar Paturusi.

“Kami senantiasa berdoa semoga keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini, serta berharap agar proses hukum dan penanganan peristiwa ini dapat segera memberikan kejelasan dan kepastian hukum bagi semua pihak,” sebut Agus.

Seperti informasi yang beredar, Perairan Oman, khususnya di Selat Hormuz dan Teluk Oman, mengalami peningkatan ketegangan maritim yang signifikan pada awal Maret 2026. Hal ini ditandai dengan serangan terhadap kapal tanker, peningkatan kehadiran militer, serta insiden keselamatan kapal yang berdampak pada Warga Negara Indonesia (WNI). Salah satu yang terjadi,
Ledakan Kapal Tugboat Mussafah 2 pada 6 Maret 2026.

Kapal tunda (tugboat) berbendera UEA, Mussafah 2, mengalami ledakan dan tenggelam di Selat Hormuz, perairan antara UEA dan Oman, pada dini hari pukul 02.00 waktu setempat. Kapal tersebut sedang bertugas memeriksa kapal kontainer Safeen Prestige yang rusak. Dari peristiwa tersebut, Kementerian Luar Negeri menginformasikan, bahwa tiga dari empat WNI yang berada di kapal tersebut dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian otoritas setempat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *