Darurat Kenakalan Remaja! Polsek Bontomarannu Masuk Sekolah dan Ingatkan Orang Tua

Kapolsek Bontomarannu, AKP Ardiansyah. (Foto: dok)

INFOKINI.ID, GOWA– Maraknya pengaruh teknologi, gadget, serta pergaulan bebas belakangan ini dinilai kian masif memicu pergeseran moral dan mentalitas generasi muda. Menanggapi ancaman tersebut, Kepolisian Sektor (Polsek) Bontomarannu, Polres Gowa, mengambil langkah proaktif guna membentengi para remaja dan anak usia sekolah dari bahaya laten narkoba hingga berbagai pelanggaran hukum.

Kapolsek Bontomarannu, AKP Ardiansyah, menegaskan bahwa perubahan mentalitas anak zaman sekarang dipengaruhi kuat oleh kontrol pergaulan dan paparan informasi media digital. Oleh karena itu, deteksi dini di lingkungan keluarga dan sekolah menjadi kunci utama pencegahan.

PDAM

“Pengaruh gadget dan pergaulan saat ini dampaknya sangat luas terhadap mentalitas generasi muda. Kita butuh deteksi dini kepada anak-anak dan remaja, khususnya yang masih duduk di bangku sekolah,” ujar AKP Ardiansyah, Senin (12/10/2026).

Peran Vital Orang Tua: Batasi Jam Main dan Saring Pergaulan
Dalam penjelasannya, AKP Ardiansyah menggarisbawahi bahwa peranan orang tua menempati porsi terbesarnya dalam membentengi moralitas anak. Mengingat usia remaja merupakan fase pencarian jati diri yang rentan terpengaruh hal negatif, pengawasan ekstra mutlak diperlukan.

Orang tua diimbau untuk lebih aktif mengontrol aktivitas anak di luar jam sekolah, membatasi jam keluar rumah—terutama pada malam hari—serta memantau dengan siapa anak mereka bergaul.

“Pergaulan memiliki andil yang sangat besar bagi perkembangan moral dan mentalitas anak. Jangan biarkan anak-anak berkeliaran di luar jam yang wajar, apalagi malam hari. Jika mereka sudah terlanjur terjerumus pada hal-hal yang merusak atau melanggar hukum, penanganannya akan jauh lebih sulit,” tegasnya.

Strategi Polsek Bontomarannu: Masuk Sekolah Tiap Senin dan Jumat
Sebagai langkah nyata di lapangan, Polsek Bontomarannu menjalin kolaborasi erat dengan pihak sekolah di wilayah hukumnya. Edukasi dan sosialisasi bahaya kenakalan remaja disisipkan secara konsisten pada dua momen penting setiap minggunya.

“Setiap hari Senin saat upacara bendera dan hari Jumat pada kegiatan Jumat Ibadah, personel kita turun langsung menyisipkan edukasi. Kita tidak boleh berhenti dan capek untuk mengingatkan anak-anak kita. Ini adalah bagian dari benteng pencegahan,” tambahnya.

Langkah ini penting mengingat ancaman narkoba kini tidak lagi memandang usia. Bahkan anak-anak tingkat sekolah dasar sudah mulai menjadi sasaran kerentanan, dimulai dari perilaku menyimpang sederhana seperti mengisap lem (ngelem) atau merokok.

Pihak kepolisian mengkhawatirkan kebiasaan tersebut menjadi pintu masuk terselubung bagi peredaran zat narkotika berbahaya.

Narkoba dan Miras Pemicu Utama Kejahatan
Lebih lanjut, AKP Ardiansyah menerangkan bahwa berbagai tindakan kriminal seperti aksi begal, pencurian, perkelahian kelompok, hingga Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) sering kali dipicu oleh pengaruh minuman keras dan narkotika.

“Banyak kejahatan berawal dari rasa penasaran yang dipicu pergaulan salah dan ajakan teman. Angka kejahatan bisa diminimalisir secara signifikan jika semua elemen masyarakat terlibat,” terangnya.

Menutup keterangannya, Kapolsek Bontomarannu mengajak seluruh lapisan masyarakat, mulai dari tenaga pendidik hingga para orang tua, untuk menyatukan langkah menjaga lingkungan sosial anak-anak.

“Mari kita sama-sama menjaga anak, keluarga, dan lingkungan kita dari hal-hal yang merusak serta melanggar hukum demi masa depan generasi penerus bangsa,” pungkas AKP Ardiansyah.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *