INFOKINI.ID, GOWA– Keterikatan sejarah antara Kodam XIV/Hasanuddin dan warisan luhur Kerajaan Gowa kembali dipertegas melalui langkah nyata sang pimpinan. Panglima Kodam (Pangdam) XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, melakukan kunjungan kehormatan sekaligus napak tilas ke Museum Balla Lompoa, Jalan KH. Wahid Hasyim, Kelurahan Sungguminasa, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Selasa (20/10/2026).
Tiba tepat pukul 12.04 WITA, Mayjen TNI Bangun Nawoko disambut langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 1409/Gowa, Letkol Arm Sapari, S.Sos. Kehadiran jenderal bintang dua ini di pusat peninggalan Kerajaan Gowa tersebut bertujuan untuk mendalami kembali rekam jejak perjuangan Pahlawan Nasional Sultan Hasanuddin sekaligus melakukan pengambilan video bertema sejarah.
Turut mendampingi dalam rombongan Pangdam, antara lain Aster Kasdam XIV/Hsn Kolonel Inf. Muh. Saifudinkhoiruzzamani, Kazidam XIV/Hsn Kolonel Czi. Prastiwanto, Kapendam XIV/Hsn Kolonel Arm Andi Akbar, serta Ny. Erit Sapari bersama jajaran pengurus Persit KCK Cabang XXVI Kodim 1409/Gowa.
Di dalam kompleks istana kayu khas Bugis Makassar tersebut, Mayjen TNI Bangun Nawoko menyimak paparan sejarah secara detail dari pemandu museum yang juga budayawan Gowa, Jufri Tenri Bali Dg Pile. Pangdam meninjau langsung berbagai benda pusaka peninggalan Kerajaan Gowa yang tersimpan rapi sebagai simbol kejayaan Ayam Jantan dari Timur.
Kunjungan ini menegaskan bahwa nama besar Kodam XIV/Hasanuddin bukan sekadar nama pelindung wilayah militer, melainkan penyambung lidah nilai-nilai keberanian, keteguhan, dan kepemimpinan Sultan Hasanuddin.
Budayawan Gowa, Jufri Tenri Bali, memberikan apresiasi mendalam atas gestur dan perhatian besar Pangdam XIV/Hasanuddin terhadap kelestarian adat setempat. Menurutnya, Mayjen TNI Bangun Nawoko adalah sosok pemimpin militer yang berjiwa kebudayaan tinggi.
“Pangdam datang mengunjungi Museum Balla Lompoa sekaligus menggali budaya dan sejarah Sultan Hasanuddin. Ini menunjukkan bahwa Mayjen Bangun Nawoko adalah sosok jenderal yang sangat menjunjung tinggi adat dan budaya,” ungkap Jufri.
Jufri juga menyoroti kebiasaan khas Mayjen Bangun Nawoko yang kerap mengenakan Passapu, kain ikat kepala tradisional khas Makassar dalam berbagai momen besar.
“Penghormatan beliau terhadap simbol adat terlihat dari Passapu yang sering dikenakannya. Namun lebih dari itu, jiwa kepemimpinannya sangat kental, terlihat begitu dekat tidak hanya dengan para prajurit tetapi juga dengan rakyat. Itulah nilai-nilai budaya dan karakter Sultan Hasanuddin yang sejatinya melekat pada jiwa prajurit Hasanuddin,” pungkasnya.
Napak tilas ke Balla Lompoa ini dapat terus memperkuat simpul emosional serta kultural antara prajurit TNI dan masyarakat Sulawesi Selatan dalam menjaga keutuhan serta nilai-nilai luhur kebangsaan.(*)
















