INFOKINI.ID, MAKASSAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dalam hal ini Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Makassar telah mengumumkan Upah Minimum Kota (UMK) Makassar 2021 naik sebesar 2 persen. Ini berarti dari Rp 3.191.572 pada 2020 menjadi Rp 3.255.403 pada 2021 nanti.
Kenaikan ini ditanggapi Wakil Ketua Komisi B Bidang Keuangan dan Ekonomi DPRD Kota Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso.
Andi Hadi mengatakan kenaikan UMK ini menjadi hal yang tidak mudah bagi beberapa perusahaan. Upah buruh bisa memicu pertumbuhan ekonomi, namun akan berdampak bagi perusahaan, mulai dari Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sampai relokasi bisnis ke luar negeri demi mencari upah murah.
“Kalau saya sih, kalau regulasinya bisa memang betul-betul diketuk oleh pemerintah mau tidak mau perusahan akan ikut dengan regulasi itu karena memang alasannya pandemi. Kalaupun tidak diikuti regulasi tentu ada sanksi yang diberikan,” jelasnya saat dihubungi via telepon seluler, Rabu (11/11/20).
Namun, Ketua Fraksi PKS DPRD Makaassar ini tidak mempermasalahkan kenaikan UMK tersebut. Akan tetapi perlu mempertimbangkan dengan melihat APBD 2021.
“Tentu melihat keadaan APBD artinya melihat kekuatan keuangan daerah untuk mempertimbangkan itu. Mungkin yang bisa dinaikkan sementara sekitar di situ, kalau saya sih memang kita ini berusaha untuk menggenjot keuangan agar bisa stabil kembali akibat pandemi covid ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bahwa pemerintah mesti menggenjot pemulihan ekonomi sebab sebelumnya sempat terjadi refocusing APBD 2020 ditambah lagi masalah wabah covid 19.
“Makassar lagi menggenjot pariwisata dan pemulihan ekonomi. Karena kita memang mengantisipasi ini. Terus memotivasi pemerintah, SKPD khususnya koperasi, pariwisata untuk bisa menggenjot itu, walaupun masih tersisa 1 bulan karena adanya dampak covid. Kita berharap kembali terbangun untuk menormalisasi APBD keuangan daerah walaupun memang agak berat,” terang Hadi.
Andi Hadi meyakini pemulihan ekonomi dapat dilakukan Pemkot Makassar, sebab saat ini Kota Makassar berada di zona oranye. Artinya, ekonomi Makassar dapat kembali normal, ditandai dengan dibukanya kembali perhotelan, mal dan tempat lain yang dapat menunjang APBD.
“Saya sangat yakin karena kita sudah ramai, sudah terbuka semua, dan ini juga ditandai dengan ramainya kantor dan kunjungan tamu-tamu dari DPRD luar. Artinya kalau mereka berkunjung pasti tambah APBD kita. Karena hampir semua kunjungan dari DPRD di Jawa Timur, Jawa Tengah, artinya Makassar ini dilirik dari teman luar supaya jadi percontohan. Ini meningkatkan pendapatan perhotelan Makassar, artinya menambah APBD kita,” terangnya.
Selain itu, Andi Hadi mengatakan para buruh tetap bersabar yang penting sementara ini ada kenaikan.
“Bersabar dulu yang penting ada kenaikan. Karena semua terdampak, bukan cuman buruh tapi pengusaha-pengusaha juga terdampak. Kita harus bersabar dengan situasi dan kondisi yang tidak banyak menguntungkan bagi siapapun,” Pungkasnya. (Nurhidaya)















