DAERAH  

Resmi Pimpin Polda Sulsel, Irjen Awal Chairuddin Dituntut Tuntaskan PR Keamanan Makassar

Foto: ist

INFOKINI.ID, MAKASSAR– Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) resmi berganti. Irjen Pol M. Awal Chairuddin secara resmi dipercaya mengemban amanah sebagai Kapolda Sulsel yang baru, menggantikan pejabat sebelumnya, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro.

Prosesi serah terima jabatan (sertijab) yang krusial ini dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto. Upacara khidmat tersebut dilangsungkan di Aula Rupatama Mabes Polri, Jakarta, pada Sabtu (3/10/2026), serta dihadiri oleh jajaran pejabat utama Mabes Polri sebagai bagian dari rotasi berkala untuk penyegaran organisasi.

PDAM

Sebelum dipercaya memegang kendali keamanan di Sulawesi Selatan, perwira tinggi kelahiran Makassar, 3 Desember 1971, ini mengemban tugas sebagai Analis dan Advokasi Hukum Kepolisian Utama Tingkat I Divkum Polri. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 yang mengawali kariernya di Korps Brimob ini diharapkan mampu membawa energi segar, mengingat latar belakangnya sebagai putra daerah yang memahami peta sosial dan dinamika keamanan lokal.

Sementara itu, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro mendapat penugasan baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri. Mutasi ini merupakan bagian dari dinamika internal Polri untuk memastikan optimalisasi pelayanan serta penyesuaian kebutuhan institusi.

Pergantian tongkat komando ini langsung mendapat sorotan tajam dari kalangan akademisi dan pengamat. Pengamat Hukum Pidana UIN Alauddin Makassar, Dr. Rahman Syamsuddin, menilai momentum pergantian Kapolda harus dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan, khususnya di Kota Makassar.

Menurut Rahman, masyarakat tidak lagi cukup dihibur dengan slogan-slogan ketegasan semata. Negara, melalui kepolisian, harus hadir secara nyata lewat pencegahan kejahatan yang proaktif, kecepatan respons penindakan, serta jaminan rasa aman yang konkrit bagi warga.

“Masyarakat tidak cukup hanya mendengar slogan bahwa Sulsel tidak aman bagi pelaku kejahatan, tetapi membutuhkan bukti nyata bahwa negara hadir, kejahatan dapat didekteksi dan dicegah, pelaku cepat ditindak, serta warga benar-benar merasa aman,” tegas Rahman.

Ia juga secara khusus menitipkan pesan agar Irjen Pol Awal Chairuddin memperkuat sistem deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan yang kerap meresahkan masyarakat, seperti tawuran, perang kelompok, aksi geng motor, penggunaan busur, peredaran narkotika, hingga kejahatan jalanan. Peristiwa bentrokan yang berujung pada jatuhnya korban jiwa dinilai tidak boleh lagi terulang tanpa evaluasi mendalam.

Kendati demikian, Rahman mengingatkan agar ketegasan aparat di bawah kepemimpinan baru ini tetap berada dalam koridor hukum yang berlaku, mengedepankan prinsip legalitas, proporsionalitas, profesionalitas, akuntabilitas, serta menjunjung tinggi hak asasi manusia (HAM).(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *