Houthi Gempur Pusat Transit Arab Saudi, Bandara King Khalid Lumpuh dan Terbakar

Foto: ist

INFOKINI.ID, RIYADH– Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah kian memanas setelah kelompok Houthi melancarkan serangan bertubi-tubi yang menghantam Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, Minggu (11/10/2026). Serangan balasan ini terjadi hanya sehari setelah aksi mematikan sebelumnya yang menewaskan belasan orang dan memaksa otoritas menghentikan total operasional penerbangan.

Koalisi pimpinan Arab Saudi mengonfirmasi bahwa sebuah proyektil berhasil menembus pertahanan dan menghantam area bandara hingga memicu kebakaran. Meskipun sistem pertahanan udara berhasil mencegat satu rudal lainnya di dekat lokasi kejadian, ledakan keras tetap menggelegar dan menggetarkan permukiman warga di ibu kota Saudi.

PDAM

“Burung-burung menjadi panik setelah mendengar suara itu. Seluruh rumah berguncang,” ujar salah seorang warga di kawasan Al-Aarid, bagian utara Riyadh.

Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi menyatakan bahwa insiden tersebut mengakibatkan sejumlah orang mengalami luka-luka dan saat ini evaluasi kerusakan fasilitas tengah dilakukan secara intensif. Menurut sumber senior penerbangan, peralatan radar, sistem komunikasi, hingga kondisi landasan pacu mengalami kerusakan serius yang memaksa penutupan operasional penerbangan diperpanjang.

Kelompok Houthi yang didukung Iran secara terbuka mengklaim bertanggung jawab atas rangkaian serangan dalam 24 jam terakhir. Mereka bahkan mengancam akan terus menargetkan pusat-pusat transit di wilayah kerajaan tersebut. Selain Riyadh, Houthi juga mengklaim menargetkan Bandara Dammam yang mengakibatkan penundaan massal penerbangan keberangkatan maupun kedatangan.

Serangan beruntun ini menjadi yang paling mematikan di wilayah Arab Saudi dalam lebih dari satu dekade terakhir. Aksi militer tersebut menuai kecaman keras dari PBB dan sejumlah pemimpin dunia.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengecam keras tindakan kelompok tersebut dan menegaskan bahwa AS sedang mempertimbangkan untuk bergabung langsung dalam operasi serangan balasan Arab Saudi terhadap Houthi. Senada dengan itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga turut mengutuk keras serangan mengerikan tersebut.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *