Gaza Kembali Membara: Serangan Udara Israel Tewaskan Remaja 17 Tahun dan Pejabat Hamas

Foto: ilustrasi

INFOKINI.ID, GAZA– Ketegangan di Jalur Gaza kembali memuncak setelah militer Israel melancarkan gelombang serangan udara terbaru ke beberapa titik permukiman warga. Aksi brutal tersebut memakan korban jiwa sedikitnya empat orang tewas, salah satunya mengonfirmasi gugurnya anggota dinas keamanan internal Hamas.

Melansir laporan AFP, Rabu (4/11/2026), eskalasi mematikan ini menyasar area penampungan pengungsi di wilayah selatan. Pihak Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis mengonfirmasi telah menerima tiga jenazah korban yang tewas seketika di lokasi kejadian, beserta sejumlah warga sipil lain yang mengalami luka-luka berat. Serangan udara tersebut menghantam secara presisi sebuah tenda pengungsian di sebelah barat Khan Yunis.

PDAM

Kementerian Dalam Negeri Hamas mengidentifikasi salah satu korban tewas dalam pemboman di area Al-Mawasi, Khan Yunis barat tersebut adalah Mohammed Shalouf, yang menjabat sebagai anggota dinas keamanan internal mereka. Di sisi lain, pihak militer Israel mengonfirmasi kepada AFP mengenai operasi udara tersebut dengan klaim telah menargetkan sejumlah agen militer, meski tanpa merinci identitas maupun detail sasaran.

Tak hanya di bagian selatan, gempuran mematikan juga terjadi di utara Gaza. Dalam insiden terpisah, sebuah pesawat nirawak (drone) milik militer Israel menghantam tenda pengungsian di sebuah taman publik di Kota Gaza. Rumah Sakit Al-Shifa mengonfirmasi seorang remaja putri bernama Rimas al-Madhoun (17) tewas tragis setelah dilarikan ke rumah sakit.

Rangkaian serangan terbaru ini semakin menegaskan rapuhnya komitmen perdamaian di kawasan tersebut. Meski Israel sempat menyepakati gencatan senjata yang ditengahi oleh Amerika Serikat pada Oktober 2025 lalu, dalam praktiknya militer Israel justru terus merangsek dan memperluas kendali operasinya di dalam wilayah Gaza.

Sikap keras pun terus dipamerkan oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Ia secara tegas menolak menghentikan operasi militer terhadap Hamas dan menyatakan pasukan Israel tidak akan pernah ditarik dari Gaza sebelum seluruh persenjataan Hamas diserahkan sepenuhnya.

Operasi militer berskala besar yang dilancarkan Israel sejak tahun 2023 telah meratakan mayoritas infrastruktur Gaza dan menelan korban jiwa lebih dari 74.600 orang. Bahkan sejak kesepakatan gencatan senjata diumumkan tahun lalu, gempuran Israel diperkirakan telah menewaskan hampir 1.600 warga Palestina, sementara militer Israel mencatat tujuh kematian prajurit dan satu kontraktor sipil di pihaknya dalam rentang waktu yang sama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *