Houthi Ancam Hantam Aset AS Jika Nekat Bantu Arab Saudi dalam Perang Yaman

Kelompok Houthi (Foto: ist/BBC World)

INFOKINI.ID, RIYADH– Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah kembali membara menyusul makin intensnya pertempuran antara kelompok Houthi asal Yaman dan Arab Saudi. Di tengah memanasnya situasi, Houthi melayangkan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS) agar tidak ikut campur dalam pertempuran tersebut.

Dilansir AFP, Selasa (13/10/2026), Houthi menegaskan tuntutannya agar AS tidak terlibat dalam perang di Yaman. Di sisi lain, Pemerintah Arab Saudi dilaporkan telah meminta bantuan militer dari Washington untuk menghadapi gempuran masif Houthi yang terus mengincar target-target strategis di wilayahnya.

PDAM

Perang di Yaman yang melibatkan koalisi militer pimpinan Arab Saudi, sebagai pendukung pemerintah resmi—melawan kelompok Houthi yang disokong Iran, tercatat kembali memanas sejak Juli lalu. Kelompok Houthi secara agresif menargetkan fasilitas minyak, kapal tanker, hingga pusat transportasi utama Saudi.

Situasi kian kritis setelah serangkaian serangan mematikan mengguncang bandara di Riyadh. Serangan mendadak tersebut mengejutkan negara pengekspor minyak terbesar di dunia tersebut dan memicu ketegangan diplomatik tingkat tinggi.

Menyusul serangan mematikan di Bandara Internasional King Khalid pada Sabtu (10/10/2026) yang menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai 309 lainnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan pihaknya sedang mempertimbangkan opsi untuk bergabung dengan Arab Saudi guna menggempur posisi Houthi.

“Mungkin saja. Kami sedang meninjaunya. Kami baru saja mengetahui serangan terbaru (di bandara). Jadi kami akan membuat keputusan bergerak sangat cepat,” ujar Trump sebagaimana dikutip dari CBS.

Pernyataan Trump langsung direspons keras oleh pihak Houthi melalui sebuah ultimatum tegas yang memperingatkan konsekuensi serius bagi Washington.

“Jika AS terlibat dalam agresi terhadap Yaman, kami tidak akan menunda-nunda keputusan untuk membalas; sebaliknya, akan ada tanggapan cepat dan menyakitkan yang menyasar AS serta seluruh kepentingannya di kawasan ini,” tegas Anggota Biro Politik Houthi, Mohammed Al Bukhaiti.

Tak hanya mengancam AS, Al Bukhaiti juga mengeluarkan peringatan keras kepada warga sipil dan tenaga kerja di kawasan konflik.

Ia mengimbau seluruh karyawan dan pekerja di fasilitas minyak serta bandara-bandara di Arab Saudi untuk segera menjauhi lokasi-lokasi tersebut, mengingat area vital itu kini telah ditetapkan sebagai target militer yang sah oleh kelompok Houthi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *