Diringkus Polisi, 31 Siswa SMP yang Konvoi Sambil Acungkan Sajam Menangis di Mapolres Gowa

INFOKINI.ID, GOWA – Sebanyak 31 pelajar SMP yang beberapa hari lalu sempat berkonvoi di Jalan Poros Pattallassang sambil mengacungkan senjata tajam dan rekaman videonya viral di media sosial, diamankan Tim Satreskrim bersama Intelkam Polres Gowa.

31 pelajar yang belakangan diketahui merupakan siswa SMPN 1 Sungguminasa itu ditangkap pada Selasa (5/5) malam hingga Rabu (6/5), dan digiring ke Mapolres Gowa.

“Seluruhnya merupakan pelajar SMP, mulai dari kelas 1, 2, hingga 3,”kata Kapolres Gowa, AKBP Muhammad Aldy Sulaiman.

“Para pelaku ini melakukan konvoi, bergerombol dan membawa senjata tajam. Ini tentu sangat berbahaya,”ujarnya.

Selain mengamankan para siswa, polisi juga menyita 12 unit sepeda motor digunakan saat konvoi.

AKBP Aldy Sulaiman menegaskan, meski tidak ada korban dalam kejadian tersebut, aksi para pelajar itu tetap tidak bisa ditoleransi.

“Untungnya tidak ada korban. Namun kegiatan ini sangat berpotensi menimbulkan kerugian dan memicu tawuran, sehingga tidak dapat kami toleransi,”tegasnya.

Orang tua para siswa tersebut dan pihak sekolah pun dipanggil ke Mapolres Gowa.

AKBP Aldy Sulaiman, didampingi Plt Kasat Reskrim Polres Gowa Iptu Arman, Kasat Intelkam Polres Gowa, Syahrial, memimpin langsung proses pembinaan terhadap para siswa tersebut.

Para pelajar diberi sanksi surat pernyataan agar tak mengulangi perbuatannya dan motor mereka dikenakan tilang.

“Jika perbuatan ini terulang, kami akan lakukan tindakan tegas,”ujar AKBP Aldy Sulaiman.

Ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak.

“Ini bukan hanya tanggung jawab kepolisian. Orang tua adalah garda terdepan dalam membina dan mengawasi anak-anaknya,”katanya.

Sementara, Kepala Sekolah SMPN 1 Sungguminasa, Sutopo, menyebut kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak.

“Kejadian ini terjadi di luar jam sekolah dan di luar pengawasan kami. Kami mengetahuinya dari media sosial,” katanya.

Ia menyebut sebagian siswa yang terlibat merupakan kelas 8 dan 9.

Untuk siswa kelas 9, pihak sekolah tetap memberikan kesempatan mengikuti ujian.

“Kami tetap memikirkan masa depan mereka,” ujarnya.

Sedangkan untuk siswa kelas 8, pihak sekolah akan melakukan evaluasi dan pembinaan lebih lanjut.

“Ini menjadi pelajaran bagi kami semua. Pengawasan tidak hanya dari sekolah, tapi juga sangat membutuhkan peran aktif orang tua,” tambahnya.

Di akhir pembinaan, para pelajar tersebut menangis dan satu per satu memeluk orang tuanya serta bersalaman dengan Kapolres dan Kepala Sekolah mereka sebelum akhirnya dipulangkan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *