INFOKINI.ID, BONE– Di tengah dinamika tantangan ekonomi dan ancaman krisis pangan global, Batalyon Armed 21/Kawali membuktikan bahwa kedaulatan bangsa tak hanya dibentengi oleh kesiapan tempur, tetapi juga ketahanan logistik dari tanah sendiri. Dukungan dan aksi nyata terhadap program pemerintah di sektor ketahanan pangan guna mencapai kemandirian pangan, diwujudkan satuan baret coklat ini dengan menggelar aksi panen jagung di kawasan Bone, Sulawesi Selatan, Senin (22/9/2026).
Panen jagung di lahan seluas 1 hektar dari total 5 hektar lahan tanaman jagung ini sekaligus sebagai langkah konkret mengubah lahan tidur menjadi lumbung pangan produktif. Sebanyak 2,5 ton jagung didulang dari hasil panen, yang melibatkan prajurit dan masyarakat sekitar.

Aksi panen berlangsung dalam suasana penuh semangat kebersamaan. Sebanyak 15 prajurit Yonarmed 21/Kawali bahu-membahu bersama 15 warga masyarakat setempat menggarap panen area pertanian tersebut. Pengelolaan lahan ini dilakukan secara berkelanjutan dan telah mencatatkan beberapa kali siklus panen.
Komandan Batalyon (Danyon) Armed 21/Kawali, Letkol Arm Rianto Hartomo menegaskan bahwa keberhasilan panen ini adalah cerminan komitmen satuan dalam mengawal program strategis pemerintah. “Kegiatan panen jagung ini merupakan wujud nyata komitmen satuan dalam mendukung ketahanan pangan. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan, sehingga lahan yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan manfaat bagi prajurit maupun satuan. Yang paling penting, kita ingin menanamkan semangat bahwa setiap lahan yang tersedia dapat dikelola secara produktif dengan kerja keras, kebersamaan, dan tanggung jawab,” tegas Danyon Letkol Arm Rianto.
Langkah Yonarmed 21/Kawali ini selaras dengan instruksi komando atas dan pemerintah pusat yang secara masif menggandeng seluruh Satuan Komando TNI untuk mengoptimalkan lahan pasif di pangkalan militer. Kebijakan ini membawa sejumlah manfaat strategis bagi ketahanan nasional, yaitu peningkatan stok pangan daerah melalui pelibatan ribuan pangkalan TNI di seluruh wilayah Indonesia secara instan menciptakan titik-titik lumbung pangan baru, membantu menjaga stabilitas pasokan serta harga komoditas pokok.
Melalui pemanfaatan lahan secara mandiri, mengurangi ketergantungan pangkalan militer terhadap rantai pasok luar, menghasilkan efisiensi anggaran dan meningkatkan ketahanan logistik internal. Selain itu, dari program ini oleh seluruh pangkalan, akan tercipta penguatan kemanunggalan TNI-Rakyat. Kolaborasi langsung antara 15 prajurit dan 15 warga lokal mempererat sinergi sosial, memfasilitasi transfer pengetahuan agraris, serta mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam mengelola potensi lingkungan.
tujuan lainnya adalah mengoptimalisasi aset negara. Lahan kosong yang ditanami jagung merupakan alih fungsi lahan dari status lahan tidur seluas 5 hektar menjadi area hijau produktif, yang memberi nilai tambah ekonomi, menjaga kualitas tanah, dan mencegah potensi penyerobotan aset.
Aksi nyata Yonarmed 21/Kawali menegaskan redefinisi kedaulatan di era modern, dimana prajurit tidak hanya profesional dan tangguh dalam tugas pokok pertahanan, tetapi juga menjadi pilar terdepan dalam mewujudkan Indonesia yang mandiri dan berketahanan pangan.(*)
















