Marak Penipuan Aplikasi Bodong di Indonesia, Krom Bank Tingkatkan Perlindungan Nasabah Real-Time

Foto: ilustrasi

INFOKINI.ID, JAKARTA– Merebaknya fenomena penipuan digital dengan modus penyebaran aplikasi palsu seperti Identitas Kependudukan Digital (IKD) fiktif kian mengancam masyarakat. Pelaku kejahatan siber kerap memancing korban mengunduh aplikasi bodong untuk mengambil alih akun perbankan melalui fitur perekaman layar (screen-sharing) dan pengoperasian jarak jauh (remote access).

Merespons ancaman yang kian meresahkan tersebut, PT Krom Bank Indonesia Tbk resmi menjalin kemitraan dengan platform fraud intelligence global, SHIELD, guna memasang benteng pertahanan canggih untuk memutus rantai penipuan berbasis pengambilalihan akun.

PDAM

Serangan kejahatan siber modern yang menyasar nasabah bank digital kini makin terkoordinasi. Selain menyebarkan aplikasi berbiaya murah yang menyamar sebagai layanan publik melalui pesan instan dan media sosial, pelaku juga memanfaatkan teknologi deepfake berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk memanipulasi audio atau video menyerupai petugas bank maupun kerabat korban.

Guna membendung taktik social engineering ini, Krom Bank mengintegrasikan solusi Device-First Fraud Intelligence milik SHIELD yang mampu memantau perilaku perangkat secara real-time di sepanjang sesi transaksi nasabah.

Penerapan teknologi baru ini mencatatkan hasil signifikan, di antaranya berhasil mendeteksi 100 persen upaya screen-sharing dan remote access berbahaya secara langsung, meningkatkan kemampuan mendeteksi potensi pengambilalihan akun hingga 10 kali lipat, serta 95 persen lebih cepat dalam merespons aksi fraud.

Co-Founder & CTO Krom Bank, Tan Alie, menegaskan bahwa sistem pengamanan aplikasi yang bersifat statis (app hardening) sudah tidak memadai untuk menahan gempuran kejahatan siber berbasis AI.

“SHIELD hadir sebagai lapisan pertahanan penting dalam memberikan perlindungan menyeluruh, sehingga Krom Bank dapat mendeteksi dan menghentikan berbagai teknologi fraud yang semakin canggih dari awal tanpa mengorbankan pengalaman maupun privasi pengguna,” jelas Tan Alie.

Sementara itu, Founder & CEO SHIELD, Justin Lie, menambahkan bahwa kejahatan fraud modern tidak terjadi secara instan, melainkan berkembang sepanjang sesi berlangsung di latar belakang perangkat korban.

Melalui integrasi lapisan keamanan dinamis ini, Krom Bank memastikan nasabah dapat bertransaksi secara aman dan nyaman tanpa khawatir terhadap ancaman pengintaian aplikasi bodong maupun aksi kejahatan siber lainnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *