INFOKINI.ID, MAKASSAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mencatat sebanyak 459 warga mengungsi akibat banjir dan cuaca ekstrem yang melanda Kecamatan Biringkanaya. Para pengungsi tersebar di dua kelurahan, yaitu Katimbang dan Paccerakkang.
Kepala BPBD Makassar, Dr Fadli Tahar mengatakan, total ada 121 kepala keluarga yang dilaporkan mengungsi. Mereka ditampung di kantor kelurahan, sekolah, dan sejumlah masjid dan musala.
“Pengungsian dilakukan di kantor kelurahan, sekolah, serta sejumlah masjid dan musala,” kata Fadli.
Data BPBD Makassar hingga Senin malam (12/1/2026) mencatat, di Kelurahan Katimbang terdapat 341 jiwa dari 91 kepala keluarga yang mengungsi. Mereka tersebar di lima titik, yakni Kantor Lurah Katimbang, SD Pacceraakkang, Masjid Nurul Ikhlas, Masjid Lailatulqadar, dan Masjid Ar Rahmun.
Sementara di Kelurahan Pacceraakkang, sebanyak 118 jiwa dari 30 kepala keluarga mengungsi di Masjid Salsabil, Musala Al Ummah, serta Kantor Lurah Paccerakkang.
Angin Kencang
BPBD Makassar juga mencatat kejadian angin kencang di 13 kecamatan yang terjadi sepanjang Januari 2026.
Di mana, Kecamatan Biringkanaya menjadi wilayah dengan laporan terbanyak, yakni delapan kejadian, disusul Tallo dan Tamalate masing-masing lima kejadian.
Lanjut, Kecamatan Manggala empat kejadian. Kemudian Kecamatan Mamajang, Tamalanrea, dan Ujung Pandang masing-masing tiga kejadian.
Lalu Kecamatan Bontoala, Panakkukang, dan Rappocini masing-masing 2 kejadian. Selanjutnya Kecamatan Mariso, Makassar, dan Sangkarrang masing-masing satu kejadian.
Menurutnya, pihaknya telah menyalurkan bantuan darurat berupa terpal di empat lokasi, baby kit di tiga lokasi, serta bantuan material di enam lokasi terdampak.
Fadli mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di luar rumah apabila cuaca ekstrem terjadi, menghindari berteduh di bawah pohon atau baliho, serta meningkatkan kewaspadaan saat berkendara,” pesannya.
















