Banjir di Bone, Seorang Lansia Ditemukan Meninggal, Bupati Tinjau Wilayah Terdampak

Bupati Bone Andi Asman Sulaiman turun langsung meninjau lokasi terdampak banjir untuk memastikan kondisi masyarakat serta langkah penanganan darurat berjalan optimal. (ist)

INFOKINI.ID, BONE – Banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, akibat tingginya curah hujan yang mengguyur daerah tersebut sejak Kamis malam hingga Jumat pagi (8/5/2026).

Seorang wanita lanjut usia (lansia) bernama Naima ditemukan meninggal dunia terjebak banjir di rumahnya Lingkungan Rompe, Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, pada Jumat (8/5) sekitar pukul 08.30 Wita.

“Betul, kami menerima laporan ada lansia di Bajoe meninggal terjebak banjir. Sementara jenazahnya akan dievakuasi,” kata Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar Andi Sultan, Jumat (8/5/2026).

Korban ditemukan oleh warga yang melakukan evakuasi mandiri.

“Korban ditemukan saat wilayah tersebut dilanda banjir akibat hujan deras yang mengguyur sejak malam hingga pagi hari. Saat itu warga berbondong-bondong untuk evakuasi diri dan menemukan korban tak sadarkan diri,” ujar Andi Sultan.

Pemkab Bone Bergerak Cepat

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bone pun bergerak cepat merespons banjir tesebut. Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman turun langsung meninjau lokasi terdampak banjir untuk memastikan kondisi masyarakat serta langkah penanganan darurat berjalan optimal.

Didampingi sejumlah kepala OPD terkait, Bupati Bone menyisir beberapa titik terdampak genangan air.

Lokasi yang dipantau meliputi kawasan depan Polres Bone, wilayah depan Kantor Lurah TA, hingga Kelurahan Panyula yang menjadi salah satu kawasan dengan genangan cukup tinggi. Bahkan di beberapa titik, ketinggian air mencapai di atas lutut orang dewasa.

Bupati Bone tidak hanya memantau dari kendaraan, tetapi juga turun langsung berjalan kaki menembus genangan untuk mendatangi rumah-rumah warga terdampak.

Kehadiran Bupati Bone di tengah masyarakat menjadi bentuk kepedulian dan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan kondisi warga tetap terpantau di tengah cuaca ekstrem.

Sebagai langkah cepat penanganan darurat, Pemerintah Kabupaten Bone langsung melakukan pembersihan saluran drainase dan titik-titik penyumbatan guna mempercepat aliran air serta mengantisipasi meluasnya genangan.

Di sela-sela pemantauan lapangan, Bupati Bone menegaskan seluruh jajaran pemerintah daerah harus bergerak cepat dan siaga menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang masih dapat terjadi.

“Seluruh OPD terkait dan camat agar segera melakukan pemantauan dan penanganan di wilayah kerja masing-masing, mengingat curah hujan sangat tinggi dan ada beberapa titik mengalami banjir,” tegas Bupati Bone.

Selain penanganan darurat, Pemerintah Kabupaten Bone juga melakukan pendataan menyeluruh terhadap dampak banjir yang dialami masyarakat, mulai dari kondisi rumah warga, kerusakan fasilitas umum, hingga potensi kerugian yang ditimbulkan.

Pendataan tersebut menjadi dasar pemerintah daerah dalam menyiapkan berbagai bentuk bantuan dan atensi bagi masyarakat terdampak, baik berupa bantuan logistik, penanganan infrastruktur, maupun kebutuhan mendesak lainnya.

Kehadiran langsung Bupati Bone di tengah genangan banjir memperlihatkan kesigapan Pemerintah Kabupaten Bone dalam merespons kondisi darurat secara cepat, terukur, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi, Pemerintah Kabupaten Bone juga terus meningkatkan kesiapsiagaan di seluruh wilayah, khususnya kawasan rawan banjir.

Masyarakat diimbau tetap waspada dan segera melaporkan kondisi darurat di lingkungannya agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *