Sulap 21 Hektar Lahan Tidur Jadi Produktif Yonarmed 21/Kawali Perkuat Ketahanan Pangan Nasional Lewat Sinergi Bersama Rakyat

Panen di tengah musim kemarau.(Foto: ist)

INFOKINI.ID, BONE– Komitmen nyata dalam mendukung swasembada dan ketahanan pangan nasional kembali dibuktikan oleh jajaran TNI Angkatan Darat. Langkah progresif ini salah satunya digelorakan oleh Batalyon Artileri Medan (Yonarmed) 21/Kawali yang sukses menyulap puluhan hektare lahan satuan menjadi kawasan produktif berbasis pertanian, perikanan, hingga peternakan.

Di tengah tantangan cuaca ekstrem akibat kemarau panjang, satuan di bawah komando Letkol Arm Rianto Hartomo ini tidak tinggal diam. Seluruh potensi lahan yang ada dimaksimalkan secara total demi menjaga stabilitas pangan, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI bersama rakyat demi mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar.

PDAM

Optimalisasi Lahan dan Ketangguhan Hadapi Tantangan Alam
Komandan Yonarmed 21/Kawali, Letkol Arm Rianto Hartomo, memaparkan bahwa dari total luas keseluruhan lahan satuan sekitar 34 hektare, saat ini sudah tidak ada lagi lahan kosong yang tersisa. Sebanyak 21 hektare di antaranya telah dimanfaatkan secara optimal untuk program ketahanan pangan, sementara sisanya digunakan untuk fasilitas perumahan dan perkantoran prajurit.

Bersama masyarakat memanfaatkan lahan sebagai sumber pangan dan peningkatan ekonomi.(Foto: ist)

“Saat ini sudah tidak ada lahan kosong lagi di satuan. Dari kurang lebih 34 hektare lahan satuan, seluas 21 hektare murni digunakan untuk program ketahanan pangan,” ujar Letkol Arm Rianto Hartomo, saat dihubungi Kamis (8/10/2026) melalui pesan whatssapp.

Meski sempat dihadapkan pada kendala kekeringan akibat musim kemarau panjang, sektor pertanian Yonarmed 21/Kawali tetap menunjukkan produktivitas. Sektor ini meliputi luas tanam sawah sekitar 7 hektare yang menghasilkan kurang dari 4 ton gabah kering per hektar, serta tanaman jagung pakan ternak seluas sekitar 14 hektare dengan hasil panen di bawah 3 ton pipilan kering per hektar.

Tidak berhenti di situ, satuan juga merambah sektor perikanan dengan estimasi hasil panen mencapai sekitar 5.000 ekor ikan lele dan 13.000 ekor ikan nila. Di bidang peternakan, belasan ekor sapi kini tengah dikembangkan sebagai tahap uji coba, serta penanaman 2.000 bibit pohon mangga yang tersebar di area satuan sebagai langkah awal ekspansi perkebunan hortikultura jangka panjang.

Panen jagung di lahan kosong satuan yang dimanfaatkan sebagai lahan produktif. (Foto: ist)

Menyongsong musim tanam berikutnya, Yonarmed 21/Kawali telah melakukan persiapan matang. Mengacu pada prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa curah hujan akan kembali turun pada Desember 2026, satuan langsung siaga penuh untuk menggenjot kembali proses bercocok tanam tanpa penundaan.

Sinergi Kelompok Tani dan Kemanunggalan TNI-Rakyat
Keberhasilan program ini tidak lepas dari pelibatan aktif masyarakat sekitar. Yonarmed 21/Kawali merangkul warga setempat untuk membentuk kelompok tani bersama, sebuah langkah strategis yang membuahkan hasil manis berupa akses bantuan bibit gratis dari Pemerintah Kabupaten Bone serta penyuluhan berkala sebagai bekal ilmu bagi para prajurit dan petani.

“Untuk kelompok Tani, Yonarmed 21/Kawali bekerja sama dengan masyarakat membentuk kelompok tani. Keuntungannya, kita mendapatkan bantuan bibit gratis dari Pemkab Bone serta diberikan penyuluhan-penyuluhan sebagai bekal ilmu bagi prajurit yang tergabung di dalamnya,” tegas Letkol Arm Rianto Hartomo.

Sinergi erat ini menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat. Kolaborasi dalam mengelola lahan tidur tidak hanya memperkuat ketahanan pangan nasional dan menyukseskan Asta Cita pemerintah, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung yang signifikan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar pangkalan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *