INFOKINI.ID, MAKASSAR – Perusahaan Daerah (PD) Pasar Makassar Raya membuat terobosan baru, yaitu menerapkan belanja online di pasar-pasar tradisional. Hal ini sebagai salah satu upaya untuk memulihkan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.
Untuk saat ini, PD Pasar Makassar Raya telah menempatkan admin dan sejumlah petugas untuk melayani pembeli di pasar tradisional.
Konsumen tidak perlu pergi ke pasar, tapi cukup dengan memesan via aplikasi online. Selanjutnya, mitra (ojek online/ojol) yang akan ke pasar kemudian mengantarnya ke rumah pembeli.
Hal itu disampaikan Direktur Operasional (Dirops) PD Pasar Makassar Raya Saharuddin Ridwan di Shox Coffee, Rabu (11/11/20).
“Jadi masyarakat tinggal pesan online. Mitra yang ke pasar. Di pasar, operator kami memesan belanjaan, kemudian petugas yang berkeliling membeli barang. Mitra cuma menunggu di tempat yang disediakan,” jelasnya.
Cara-cara seperti ini dinilai tepat untuk menekan angka penularan, sebab tidak terjadi kerumunan. Sementara di sisi lain, perekonomian juga terus berjalan karena perputaran uang terus berlangsung.
“Ini efektif karena tidak ada orang berkumpul. Jadi penanganan Covid jalan, perekonomian tidak mati,” terangnya.
Sahar mengatakan saat ini pihaknya tengah bersosialisasi kepada masyarakat dan pedagang pasar tradisional untuk menggunakan alat transaksi online dalam proses berbelanja.
Hal ini untuk meminimalisir interaksi di pasar tradisional. Mengingat, pasar tradisional menjadi salah satu tempat yang memicu penyebaran Covid-19, bahkan berpotensi besar menimbulkan klaster.
“Sekarang kita memang masih dalam tahap sosialisasi kepada masyarakat dan pedagang untuk berbelanja via online. Jadi mereka bisa jual beli sayuran, ikan, bumbu dapur, dan barang-barang lainnya lewat online,” ujarnya
“Itu yang akan kita maksimalkan. Saat ini memang itu jalan yang paling tepat. Tapi memang belum maksimal berjalan, karena masih di bawah 5%,” lanjutnya.
Selain itu, sekarang warga juga bisa belanja via telepon. Mereka bisa tawar-menawar dan bertransaksi lewat telepon.
“Lewat telepon juga bisa. Banyak yang sudah lakukan itu. Mereka bisa tawar-menawar di telepon. Nanti mitra tinggal mengambil barang dan mengantar ke pembeli,” ucapnya.
Sementara pihak Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, dalam hal ini kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) kota Makassar, Iman Hud turut mendukung upaya yang dilakukan oleh PD Pasar.
Menurutnya, penanganan Covid-19 tidak bisa berjalan efektif tanpa ada inovasi. Inovasi dinilai sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menerapkan protokol kesehatan.
“Kami tentu mendukung setiap upaya positif untuk menekan penularan Covid-19. Karena memang kesadaran masyarakat menjadi kendala pokok. Sehingga inovasi-inovasi seperti ini bisa membantu,” ujarnya.
Bahkan, Iman bersedia melakukan penindakan dan memberikan sanksi kepada pedagang dan pembeli yang melanggar protokol kesehatan di pasar-pasar tradisional. (Nurhidaya)
















